Menolak aturan ODOL, ratusan sopir truk di Kudus gelar demo
Ratusan truk besar berderet di sepanjang Jalan R Agil Kusumadya dan Jalan Ahmad Yani Kudus Jawa Tengah atau di sepanjang jalan menuju Gedung DPRD Kudus. Para pengemudi truk tersebut tidak sedang pawai melainkan menyampaikan aspirasi mereka terkait aturan pembatasan dan pelarangan truk over dimention over loading (ODOL) yang sangat memberatkan para pengemudi.

Elshinta.com - Ratusan truk besar berderet di sepanjang Jalan R Agil Kusumadya dan Jalan Ahmad Yani Kudus Jawa Tengah atau di sepanjang jalan menuju Gedung DPRD Kudus. Para pengemudi truk tersebut tidak sedang pawai melainkan menyampaikan aspirasi mereka terkait aturan pembatasan dan pelarangan truk over dimention over loading (ODOL) yang sangat memberatkan para pengemudi karena banyak para pengemudi yang terkena tilang. Sebagai bentuk aspirasi, perwakilan dari para pendemo menemui Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan dan Bupati Kudus HM Hartopo di gedung DPRD, Selasa (22/2).
Sebelumnya para pendemo mengawali aksi dengan melakukan berdemo di jalur lingkar depan terminal Kargo Kudus yang merupakan jakur utama dari Semarang dan Surabaya untuk mengajak truk lainnya yang melintas. Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama yang menemui para pendemo meminta mereka untuk tertib dan mempersilakan sepuluh orang perwakilan melakukan audiensi dengan anggota DPRD Kudus.
"Ada sekitar 300an peserta aksi yang ikut menyampaikan aspirasinya hari ini. Kami sudah berkoordinasi dengan mereka untuk memilih 10 orang sebagai perwakilan yang akan kegedung DPRD guna menyampaikan asiprasi mereka. Kami juga mengerahkan 450an personil gabungan termasuk dari TNI", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Aksi demo para pengemudi truk dengan kapasitas cukup besar dan panjang ini sempat menarik perhatian masyarakat sebab selain armada yang besar juga dilengkapi aneka spanduk bertuliskan aspirasi mereka termasuk adanya sound system yang memutar musik di sepanjang jalan membuat sangat semarak. Masan, Ketua DPRD kabupaten Kudus menyatakan siap menampung asiprasi mereka untuk diteruskan ke pusat.
Sementara itu, usai menyampaikan aspirasi, aksi demo para pengemudi truk yang datang dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Kudus tersebut membubarkan diri dengan kembali berkonvoi di jalan-jalan kota Kudus.