Sikapi tindak asusila oleh oknum guru, DPRD Tangerang minta 'mapel' bermuatan akhlak dan budaya
Menyikapi tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru di Kabupaten Tangerang, dinas pendidikan harus melakukan penambahan kurikulum pelajaran.

Elshinta.com - Menyikapi tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru di Kabupaten Tangerang, dinas pendidikan harus melakukan penambahan kurikulum pelajaran. Dan pelajaran tersebut harus bermuatan lokal terkait akhlak dan budaya. Demikian dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail, Rabu (23/2).
"Selain itu dinas pendidikan harus berkoordinasi dengan pemuka agama serta instansi yang berkaitan dengan anak juga kepolisian. Sosialisasi dan edukasi mengenai peran serta guru dan terhadap anak-anak didik mengenai budaya dan akhlak harus ditingkatkan," kata Kholid seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Selly Loamena.
Diakui Kholid, DPRD kabupaten Tangerang sangat menyayangkan adanya oknum guru yang melakukan tindakan asusila terhadap muridnya hingga menimbulkan trauma terhadap anak didik yang seharusnya dilindungi.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memberikan fasilitas kepada siswa yang menjadi korban tindakan asusila dari oknum guru fasilitas yang diberikan adalah selain trauma healing juga memberikan fasilitas kemudahan jika siswa itu ingin pindah sekolah.