Cegah keresahan lewat sosmed, legislator ajak netizen 'tabayyun'
Menekan adanya penyalahgunaan media sosial (medsos) yang terjadi akhir-akhir ini bisa menjadi pemicu keresahan masyarakat, diharapkan dengan partisipasi media massa mencerdaskan masyarakat dalam menjaga NKRI.

Elshinta.com - Menekan adanya penyalahgunaan media sosial (medsos) yang terjadi akhir-akhir ini bisa menjadi pemicu keresahan masyarakat, diharapkan dengan partisipasi media massa mencerdaskan masyarakat dalam menjaga NKRI.
Hal ini tema yang diambil anggota Komisi E, DPRD Provensi Jawa Timur Hari Putri Lestari dalam agenda reses yang digelar Senin (28/2) di salah satu rumah makan di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Pihaknya tidak berharap adanya keterbukaan informasi publik dan diiringi kecanggihan teknologi dapat menjerumuskan masyarakat dalam pelanggaran ITE. Oleh karena itu Hari Putri Lestari mengimbau masyarakat untuk menahan diri berkomentar di berbagai media sosial dari hal-hal yang memicu pelanggaran.
"Akhir-akhir ini banyak ujaran kebencian baik antar agama suku dan lainnya. Dari pertemuan yang mengundang sebagian nitizen facebook yang kritis untuk lebih paham bermedia sosial," ucap DPR Fraksi PDI Perjuangan, Selasa (01/03).
DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember mengingatkan masyarakat untuk selalu mengkoreksi apa yang akan di sebarluaskan informasinya. Maka perlu adanya pemahaman dan senantiasa bertabayyun untuk mencegah pelanggaran.
"Setiap kali mau unggahan foto, tulisan harus diyakini kebenarannya dulu. Dampak dari unggahan apa berdampak atau tidak, kita kawatir terjadi gesekan dan menjerumuskan dalam pelanggaran ITE", pungkas Hari Putri Lestari seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.