Pengungsi banjir di Baktia Aceh Utara mulai diserang penyakit kulit dan ISPA
Pengungsi di Kabupaten Aceh Utara mulai diserang penyakit gatal dan demam. Hal itu disebabkan bencana banjir yang merendam daerah tersebut sejak tiga hari lalu.

Elshinta.com - Pengungsi di Kabupaten Aceh Utara mulai diserang penyakit gatal dan demam. Hal itu disebabkan bencana banjir yang merendam daerah tersebut sejak tiga hari lalu.
“Sudah mulai diserang gatal-gatal dan luka lecet, serta demam, kami sangat butuh bantuan obat-obatan, Karena sejauh ini petugas kesehatan yang datang ke posko pengungsian belum maksimal dan belum adanya posko medis,” kata Khairul Anwar selaku kordinator pengungsi, di Gampong Matang Kareung , Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Rabu (2/3).
Khairul Anwar menyebutkan, pengungsi juga membutuhkan bantuan air bersir, khususnya air minum, logistik makanan untuk dapur umur. Pasalnya, bantuan tanggap darurat banjir dari pemerintah daerah juga belum diterima sama sekali oleh pengungsi yang ada di Gampong Matang Kereung dan Gampong-gampong lain di Kecamatan Baktia.
“Kemarin baru bantuan logistik suwadaya dari Muspika kami dapat, kami memutuskan untuk mengungsi ke Meunasah karena rumah kami teremdan banjir luapan air sungai akibat hujan deras, ketianggian air 30-50cm. Namun sebagian memilih tidur di rumah saudara", ujarnya.
“Selain Desa kami juga ada tiga Desa lainnya yang mengunggsi akibat banjir di Baktia, namun sudah tiga hari kami dipengunsian belum ada tanda-tada kepedulian dari pemerintah setempat", tutupnya.
Ikatan Pekerja Sosial IPSM Kecamatan Baktia Aceh Utara dilokasi banjir terus mengupayakan bersama para pengungsi membuka posko pelayanan aduan Masyarakat sebagai kontribusi melayani untuk melaporkan ke pihak Perintah Daerah.