Sejumlah agen di Subang keluhkan kelangkaan minyak goreng
Sejumlah agen minyak goreng di Kota Subang, Jawa Barat sampai saat ini masih mengalami kelangkaan. Padahal pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng.

Elshinta.com - Sejumlah agen minyak goreng di Kota Subang, Jawa Barat sampai saat ini masih mengalami kelangkaan. Padahal pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng.
Pegawai distributor minyak goreng yang ada di Jalan A.Yani, Subang, Asep mengakui bahwa kelangkaan minyak goreng sudah berlangsung sejak awal Februari 2022. Dengan demikian, sudah lebih dari satu pekan pihaknya tidak menjual minyak goreng, dan gula pasir.
"Sampai Maret minggu kedua ini enggak ada kiriman minyak goreng sama sekali ke sini. Jadi otomatis enggak jualan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (8/3).
Belum adanya stok minyak goreng dan gula pasir di tokonya sehingga banyak pembeli yang kecele saat datang ke tempatnya. Asep menuturkan, dalam sehari ia bisa menolak 10-15 pembeli yang mencari minyak goreng, dan gula pun mengalami kelangkaan seminggu kebelakang.
"Masalah harga minyak sekarang sudah normal seharga Rp28.000 beda dengan harga yang kemarin yang mau ke Rp.34.000. Sekarang gula pasir pun sudah ada tapi stoknya sedikit dibanding 2 minggu kebelakang yang mengalami kelangkaan gula pasir juga, sekarang udah ada tapi ada kenaikan harga Rp1.000," ujarnya.
Menurutnya, dia sudah berupaya untuk komunikasi dengan produsen minyak goreng agar pasokannya kembali lancar dan normal. Namun, dari pihak produsen sendiri pun belum bisa memastikan kapan minyak goreng akan dikirim.
"Belum ada kepastian kapan ada kiriman minyak goreng dari produsennya. Mbuh sesuk mbuh kapan (entah bisa, belum tahu kapan), biasanya kalau sudah ada pasokan tentunya kami melayani pembeli," katanya.