Danlanal Lhokseumawe sambut kepulangan KRI Raden Eddy Marta-331
Danlanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah menyambut dengan antusias kepulangan Kapal KRI Raden Eddy Martadinata-331, setelah usai mengikuti latihan gabungan Multilateral Naval Exercise Milan tahun 2022.

Elshinta.com - Danlanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah menyambut dengan antusias kepulangan Kapal KRI Raden Eddy Martadinata-331, setelah usai mengikuti latihan gabungan Multilateral Naval Exercise Milan tahun 2022.
Dian Suryansyah mengatakan,latihan maritim terbesar tahun ini digelar Angkatan Laut India bersama, dengan menggunakan puluhan kapal perang jenis Frigate dan Destroyer dari berbagai negara. Latihan berlangsung digelar di lepas pantai Visakhapatnam India sejak 26 Februari hingga 4 Maret 2022.
Dian Suryansyah menjelaskan, KRI REM merupakan kapal perang kelas Frigate Class dari Satuan Eskorta jajaran Koarmada 1.
"KRI REM selesai melaksanakan tugas Satgas Multilateral Naval Exercise Milan 2022 kegiatan ini adalah merupakan kegiatan Internasional seluruh Angkatan Laut di dunia yang dilaksanakan secara secara periodik setiap tahunnya dan dilaksanakan berpindah-pindah dari satu negara dan negara lain," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Sabtu (12/3).
Untuk kita ketahui Kapal KRI Raden Eddy Martadinata-331 tersebut dikomandai oleh Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menjalin persahabatan antar Angkatan Laut di dunia. KRI REM merupakan duta bangsa untuk melaksanakan tugas muhibah ini," terangnya.
Danlanal Lhokseumawe Dian Suryansyah menyampaikan kepada Kolonel Laut (P) Wawan Trisatya tidak lama lagi akan menduduki jabatan baru sebagai Asops Panglima Komando Armada 1 tentang permohonan menambah kehadiran Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang melaksanakan patroli, pengamanan, penegakan dan melindungi kedaulatan negara di wilayah perairan Aceh.
"Saat ini cukup banyak kegiatan illegal, baik itu berupa penyelundupan maupun perdagangan orang yang terjadi di wilayah perairan Aceh," pungkasnya.
Sementara itu, Kolonel Laut (P) Wawan Trisatya sepakat menyelesaikan berbagai persoalan apa yang terjadi selama ini di perairan Selat Malaka wilayah timur secara bersama.
"Kita akan menyiapkan unsur-unsur untuk mendukung pengamanan di wilayah pesisir Timur Aceh, guna menekan angka kriminalitas dan ilegal di wilayah Aceh yang tentunya apabila ini terjadi akan sangat berdampak bagi generasi muda, masyarakat Aceh ke depannya," tutupnya.
Perlu kita ketahui Kapal KRI Raden Eddy Martadinata-331 merupakan kapal PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA 10514 SIGMA 10514 pertama yang dibangun di galangan kapal dalam negeri PT PAL Indonesia, bekerja sama dengan perusahaan kapal Belanda Damen Schiede Naval Ship Building (DSNS).
KRI REM-331 memiliki panjang total 105,11 meter, berat 2.365 ton, dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot.
Kapal ini didesain untuk menjalankan berbagai misi yaitu peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, peperangan anti serangan udara, serta peperangan elektronika.
Sistem persenjataan Kapal Perang KRI REM-331 memiliki sistem persenjataan meriam utama OTO Melara 76 mm, super rapid gun, dan rudal exocet MM-40 Block 3 yang memiliki jarak jangkauan 180-200 kilometer.
Selain itu, juga dipersenjatai rudal anti serangan udara Mica yang dirancang efektif dan memiliki kemampuan menyergap sasaran sejauh 20-25 kilometer dengan ketinggian 9144 meter dan terdapat sistem pertahanan diri (CIWS) 35 mm dan sistem torpedo.
Pengecoh rudal termal SKWS DLT-12 T tersebut juga dapat mengacaukan jammer, mengecoh inframerah, dan frekuensi radio yang digunakan rudal udara ke permukaan.
KRI REM-331 memiliki kemampuan peperangan elektronik melalui system electronic counter measure (ECM) Scorpion 2L dan electronic support measure (ESM) Vigile 100 S.