Olahan kulit pisang asal Lumajang jadi daya tarik putra Presiden Joko Widodo
Sedikitnya 10 macam olahan dari pisang sampai batang pohon pisang yang digeluti Thoybaturohmah asal Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seperti dibuat tepung, tape, madubongso, carangmas, kripik, stik, sale, kerupuk kulit pisang, gedebok (batang pisang-red) crispy dan coklat pisang.

Elshinta.com - Sedikitnya 10 macam olahan dari pisang sampai batang pohon pisang yang digeluti Thoybaturohmah asal Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Jawa Timur, seperti dibuat tepung, tape, madubongso, carangmas, kripik, stik, sale, kerupuk kulit pisang, gedebok (batang pisang-red) crispy dan coklat pisang.
"Lebih 20 macam bahan pisang dan pohonnya 10 yang saya buat olahan, pertama saya buat tape pisang dan dibuat madubongso atau sejenis dodol," kata Thoybaturohmah, Minggu (13/03), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.
Dari beberapa model usaha Thoybaturohmah satu yang jadi daya tarik putra kedua Presiden RI Joko Widodo bernama Kaesang Pangarep yaitu kerupuk kulit pisang, namun sebelumnya sempat ingin pesan gedebok crispy karena masih menggunakan alat sederhana sehingga tidak bisa memenuhi permintaan.
"Awalnya dia tertarik Gedebok crispy, karena pembuatannya ribet sementara permintaannya ingin goreng di sana yang dikirim mentah atau setengah jadi dan akhirnya pesan kerupuk kulit pisang itu," ucap Thoybaturohmah.
Menurut pemilik home industri kerjasamanya dengan Kaesang Pangarep mulai tahun 2021 dan di penghujung tahun lalu pada bulan Desember mengirim lebih 1 ton kripik kulit pisang, rencananya makan setengah jadi itu akan di buat oleh-oleh tamu dari luar negeri.
"Pengiriman bulan Desember itu dengan jasa kereta api, katanya dibuat untuk oleh-oleh tamu dari luar negeri," cerita Thoybaturohmah.
Pemesanan kuota besar tidak bisa dipenuhi karena terbenturnya alat yang dimilikinya masih sebagian besar manual, ia tidak memungkiri sebagian kecil ada bantuan dari pemerintah berupa spinner pengering minyak," pungkasnya.