Kementerian KKP gelar aksi bersih sampah di Pantai Kuta
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengadakan kegiatan membersihkan sampah dalam rangka Bulan Cinta Laut. Kegiatan bersih-bersih tersebut belangsung di Pantai Kuta, Kabuapten Badung, Bali, Kamis (10/3) pagi.
Foto: Eko Sulestyono/Radio ElshintaElshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengadakan kegiatan membersihkan sampah dalam rangka Bulan Cinta Laut. Kegiatan bersih-bersih tersebut belangsung di Pantai Kuta, Kabuapten Badung, Bali.
Kegiatan yang digelar oleh KKP tersebut merupakan gerakan untuk kampanye menjaga ekosistem kesehatan laut dan menjaga kebersihan laut agar terbebas dari sampah plastik.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, permasalahan sampah sejatinya tidak hanya dirasakan di Indonesia. Melainkan permasalahan di seluruh dunia. Sehingga permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
“Sampah ini tidak hanya berada di darat, namun di laut juga ditemukan sampah. Bahkan ada nelayan yang melaut sengaja membuang sampah yang dibawanya,” kata Sakti Wahyu Trenggono, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Minggu (13/3).
“Untuk mengatasi sampah tersebut, pihaknya merancang sebuah program untuk menjaga kebersihan dan kesehatan laut,” tegasnya.
Program ini dirancang oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut dengan menggandeng nelayan industri. Dimana dalam satu bulan nantinya mereka akan difokuskan untuk memungut sampah di laut.
Wahyu menjelaskan, nelayan industri ini akan diberikan tugas selama sebulan penuh, sehingga dalam kurun waktu tersebut mereka tidak menangkap ikan.
“Tujuannya untuk menjaga agar laut menjadi tetap bersih dan sehat,” terangnya.
Menurutnya, anggaran ini akan diambil dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasalnya selama ini nelayan industri membayar melalui PNBP.
Sehingga saat tidak menangkap ikan PNBP yang akan mengganti biaya nelayan dalam program satu bulan tidak menangkap ikan. Namun pihaknya belum menyebutkan jumlah anggaran yang akang digunakan.
“Ini salah satu program yang sedang kami rancang. Nantinya dari sampah yang dikumpulkan, akan ditimbang dan kemudian dibayar,” tambahnya.
Ia menegaskan, program ini sebenarnya menjadi salah satu gerakan moral. Lantaran,di laut sampah akan terus berdatangan meski sudah dibersihkan.
“Seperti saat ini walaupun sudah dibersihkan, tetapi sampah muncul lagi. Sehingga sangat penting program ini harus digalakkan,” pungkas Sakti Wahyu Trenggono.




