UB tetap berlakukan kuliah hybrid hingga akhir UTS April mendatang
Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur tidak ingin plin-plan dalam memutuskan boleh tidaknya kuliah tatap muka langsung digelar meski sebelumnya UB pernah menggelar kuliah tatap muka gabungan luring dan daring atau hybrid 7 Febuari 2022 lalu.

Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur tidak ingin plin-plan dalam memutuskan boleh tidaknya kuliah tatap muka langsung digelar meski sebelumnya UB pernah menggelar kuliah tatap muka gabungan luring dan daring atau hybrid 7 Febuari 2022 lalu.
“Kami tidak ingin ada informasi yang berubah-ubah dalam jangka waktu pendek karena sesuai dengan edaran disampaikan Pak Rektor dimana proses daringnya sampai ujian tengah semester,” kata Sekretaris Direktorat Administrasi dan Pelayanan Akademik UB, Heri Prawoto Widodo kepada Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (15/3).
Ditambahkan Heri,pihak UB belum bisa berandai-andai seperti apa UB setelah UTS apalagi banyak mahasiswa tidak ada di Malang. “Bukan berarti UB tidak bisa mengambil tindakan tepat dan cepat tapi tergantung pada kondisi pandemi yang tidak bisa diprediksi juga,” ujarnya .
Apalagi pasca bulan Febuari tidak sedikit mahasiswa yang harus dirawat baik itu di rusunawa maupun dosen yang terpapar Covid-19.
“Karena kesehatan dan keselamatan warga UB jadi prioritas dan kalau kondisinya stabil sembari menunggu aturan baru kemungkinan kuliah hybrid tetap dilakukan meskipun kebijakan tersebut berada di fakultas/prodi masing-masing tentu saja ijin orang tua masih menjadi syarat utama,” jelasnya.
Sebelumnya, 7 Febuari 2022 lalu ,Universitas Brawijaya Malang memberlakukan kuliah tatap muka pada 5 fakultas secara hybrid, namun kebijakan tersebut dihentikan pasca tingginya mahasiswa dan dosen di lingkungan UB yang terpapar Covid-19 varian Omicron.