RAPI Kabupaten Magelang kenalkan daya tarik wisata ke RAPI Klaten
RAPI wilayah 04 Kabupaten Magelang menerima kunjungan studi banding dari RAPI wilayah 24 Klaten di daya tarik wisata Ketep Pass, Sawangan, Minggu (13/3).

Elshinta.com - RAPI wilayah 04 Kabupaten Magelang menerima kunjungan studi banding dari RAPI wilayah 24 Klaten di daya tarik wisata Ketep Pass, Sawangan, Minggu (13/3). Kunjungan ini selain untuk mempererat silaturahmi, sekaligus mengenalkan potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Magelang.
Namun yang tidak kalah penting adalah untuk menjalin kerjasama dalam hal komunikasi, terutama untuk penanggulangan dan kewaspadaan bencana gunung Merapi.
Rombongan studi banding dari Klaten yang berjumlah 95 orang ini dipimpin ketua RAPI Wilayah 24 Klaten, Maryadi JZ 11 RMA. Rombongan diterima langsung Ketua wilayah 4 RAPI Kabupaten Magelang, Mul Budi Santoso JZ 11 JAE.
"Kita sengaja menerima rombongan studi banding dari RAPI Klateng di DTW Ketep Pass karena ingin mengenalkan potensi wisata di wilayah Kabupaten Magelang," kata Mul Budi Santoso di sela-sela kegiatan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (15/3).
Hal itu merupakan bagian dari upaya RAPI Kabupaten Magelang mengenalkan potensi wisata di wilayah ini. "Jadi meskipun organisasi kami lebih kepada organisasi hobi radio komunikasi namun kami mencoba bersinergi dengan teman-teman pelaku wisata dalam mengenalkan potensi wisata di wilayah Kabupaten Magelan," ujarnya.
Disebutkan, potensi wisata di Kabupaten Magelang sangat banyak dan indah. Namun masih banyak yang belum mengenalnya. "Nah ini salah satu upaya kami mengenalkan kepada mereka, sehingga studi banding ini kita tempatkan di Ketep pass," ujar Bodrek yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPOW Ketep Pass.
Bodrek mengatakan, selain menjalin silaturahmi lebih erat antar pengurus dan anggota RAPI, juga diadakan kegiatan sosial yakni dengan memberi santunan kepada anak yatim.
Dalam kunjungan studi banding ini, di sepakati antara pengurus RAPI Klaten dan Kabupaten Magelang, selalu menjalin komunikasi dengan baik. Terutama untuk penanggulangan dan kewaspadaan bencana khususnya merapi. Karena Kabupaten Magelang dan Klaten sama-sama memiliki potensi bencana Merapi. Kedua wilayah ini berada di wilayah sekitar gunung Merapi dan sering terdampak erupsi.
Keberadan radio komuniksi ini diharapkan bisa membantu mempercepat informasi tentang kebencanaan khususnya gunung Merapi di wilayah ini.