Perempuan bisa bebas mengambil inisiatif

Elshinta
Rabu, 16 Maret 2022 - 16:57 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Perempuan bisa bebas mengambil inisiatif
Ilustrasi kebebasan perempuan.

Elshinta.com - Hari Perempuan Internasional adalah hari istimewa yang dirayakan setiap tahunnya untuk mendukung dan memberdayakan perempuan di seluruh dunia. Hari tersebut merupakan momentum untuk mendorong perempuan untuk menjadi lebih independen dan kuat dengan meyakinkan mereka untuk mengejar apa yang penting bagi hidup kaum perempuan.

Tema perayaan tahun ini adalah “#BreakTheBias.” Seperti namanya, tema ini bertujuan untuk mematahkan bias gender, diskriminasi, dan stereotip terhadap perempuan yang menghalangi mereka untuk mencapai potensi tertinggi mereka sehingga menciptakan dunia yang lebih inklusif.

“Perempuan dapat mulai membuat langkah pertama dengan memulai percakapan dan lebih terbuka untuk mencapai hubungan yang setara dan memperkuat saling pengertian menuju persetujuan," ujar psikolog klinis Inez Kristanti dikutip dari keterangan pers, Rabu.

Banyak pergumulan yang terjadi pada perempuan disebabkan oleh stigma, miskonsepsi, serta hubungan yang tidak sehat akibat kurangnya pemahaman tentang persetujuan (consent) dan hubungan yang setara. Seringkali, masalah ini berubah menjadi pelecehan mental dan fisik yang ekstrem dengan perempuan sebagai korban.

Pada tahun 2021 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat hingga 10.247 kasus kekerasan terhadap perempuan, dengan 15,2 persen di antaranya adalah kekerasan seksual.

Kasus ini menjadi sulit untuk ditangani karena topik seks masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan pendidikan seks dipandang sebagai platform untuk mempromosikan seks bebas. Ini bertentangan dengan fungsi pendidikan seks sebenarnya, yakni sebagai tempat untuk mendiskusikan hubungan seksual secara konstruktif.

Apalagi, pendidikan seks menekankan konsep perlindungan perempuan dari risiko kekerasan dan pelecehan seksual. Oleh karena itu, mengambil peran yang lebih proaktif dalam suatu hubungan juga merupakan bagian dari pemberdayaan perempuan untuk memerangi diskriminasi gender, menjamin hak-hak perempuan, dan pada akhirnya memastikan kesejahteraan dan kesehatan seksual.

Perempuan perlu mengambil langkah pertama dan lebih proaktif dalam mempromosikan konsep saling pengertian dan kesetaraan guna mencapai hubungan yang sehat. Dengan mengambil langkah pertama dalam segala jenis keputusan tentang aktivitas dalam hubungan, termasuk aktivitas seksual, perempuan dapat melindungi diri mereka sendiri dan mencegah pelecehan seksual, yang menjadi isu publik yang besar akhir-akhir ini.

Hal ini dapat dilakukan dengan mulai memutuskan bersama apa aktivitas kencan yang ideal untuk pasangan. Misalnya, apa menu yang pas untuk makan malam, kapan waktu yang tepat untuk menonton acara favorit dan bersantai, atau bahkan kapan waktu yang ideal untuk menikmati aktivitas seksual yang bermakna.

Hal ini juga merupakan bentuk pemberdayaan perempuan yang perlu kita bangun untuk mempromosikan kesetaraan gender dan membangun hubungan yang sehat dengan pasangan kita. Pasa masa sulit ini, penting untuk memiliki hubungan yang sehat yang akan menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk memperingati hari perempuan internasional, Durex, merek alat kesehatan kontrasepsi modern dari Reckitt, memberdayakan perempuan melalui Kampanye #TakeTheLead untuk mematahkan stigma mengenai perempuan yang memulai langkah pertama.

Kampanye ini menyoroti pentingnya perempuan mengambil inisiatif pertama; dapat memahami kebutuhan dan keinginan mereka dalam suatu hubungan dan melindungi kesehatan dan kesejahteraan mereka dengan mempromosikan rasa saling pengertian dan consent dengan orang yang mereka cintai.

"Sebagai seorang perempuan, kita bisa menggunakan kekuatan kita untuk lebih percaya diri, mendefinisikan dan mengomunikasikan apa yang kita butuhkan dan inginkan dalam suatu hubungan,” kata Inez Kristanti.

Kampanye Durex #TakeTheLead adalah sebuah gerakan untuk memberdayakan perempuan Indonesia menjadi diri mereka yang sebenarnya.

Selama kampanye ini, Durex telah menyumbangkan alat kontrasepsi, mengedukasi publik tentang penggunaan alat kontrasepsi, berkolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) untuk meningkatkan kesadaran tentang peran perempuan melalui saluran digital, serta mengadakan sesi edukasi dengan pakar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
PBNU launching Satgas NU Women dan Bu Nyai Nusantara
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 19:05 WIB

PBNU launching Satgas NU Women dan Bu Nyai Nusantara

Elshinta.com, Memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama (NU), PBNU menggelar kegiatan NU Women Festival 20...
Bunda Salud: Tanamkan tertib berlalu lintas sejak usia dini
Senin, 19 September 2022 - 23:31 WIB

Bunda Salud: Tanamkan tertib berlalu lintas sejak usia dini

Elshinta.com, Bunda Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengataka...
Kiprah wanita Papua menerobos batas marjinal
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 09:01 WIB

Kiprah wanita Papua menerobos batas marjinal

Sejak seorang Raden Ajeng Kartini menjadi pelopor kebangkitan perempuan Nusantara, perlahan namun pa...
Perempuan bisa bebas mengambil inisiatif
Rabu, 16 Maret 2022 - 16:57 WIB

Perempuan bisa bebas mengambil inisiatif

Hari Perempuan Internasional adalah hari istimewa yang dirayakan setiap tahunnya untuk mendukung dan...
ASEAN bahas isu kesetaraan gender melalui olah raga dengan kampanye `ASEAN #WeScore`
Sabtu, 04 Desember 2021 - 22:28 WIB

ASEAN bahas isu kesetaraan gender melalui olah raga dengan kampanye `ASEAN #WeScore`

Sekretariat ASEAN sukses menggelar talk show “ASEAN #WeScore” melalui Zoom dan YouTube live. Se...
Kejar kesetaraan gender, KPPPA gandeng Komisi Vlll DPR RI
Minggu, 31 Oktober 2021 - 14:38 WIB

Kejar kesetaraan gender, KPPPA gandeng Komisi Vlll DPR RI

Kesenjangan gender yang lebih dominan berada di bidang pembangunan, terlihat dari nilai indeks pemba...

InfodariAnda (IdA)