Top
Begin typing your search above and press return to search.

UNITRI Malang miliki sekolah khusus konservasi tanah dan air 

Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri) kini memiliki sekolah lapangan konservasi tanah dan air. Sekolah yang berdiri di lahan yang luasnya mencapai 8 hektar berada di Dusun Sapukerep, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

UNITRI Malang miliki sekolah khusus konservasi tanah dan air 
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri) kini memiliki sekolah lapangan konservasi tanah dan air. Sekolah yang berdiri di lahan yang luasnya mencapai 8 hektar berada di Dusun Sapukerep, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Sekolah ini merupakan salah satu cara dimana Unitri ingin menggabungan sekolah dan wisata dan dipilihnya lokasi ini adalah menyasar pada petani dimana pengalamannya terkait tanah dan air dan tidak menutup kemungkinan juga diikuti oleh mahasiswa dan PNS dan mungkin merupakan satu-satunya di Indonesia,” kata Bambang Siswanto, Direktur Sekolah Lapangan dan Konservasi Tanah dan Air Unitri, Malang.

Ditambahkan Bambang, di sekolah konservasi ini tidak hanya diberikan pembelajaran namun juga dipraktekkan langsung di lapangan.

“Nantinya yang sekolah disini selain menempati asrama juga diajarkan cara membuat konservansi tanah misalnya pemguat tebing bisa dipakai dari batu, bata, kayu atau bambu dan nantinya jika peserta ini kembali maka akan bisa diterapkan ke daerahnya masing-masing,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Rabu (23/3).

Sementara itu Rektor Unitri, Prof. DR. Ir. Eko Handayanto M.Sc mengapresiasi adanya sekolah lapangan konservasi tanah dan air. “Ini merupakan implementasi perguruan tinggi dimana ada peningkatan kwalitas SDM dan sekolah ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari keinginan Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo yang merupakan guru besar Unitri di bidang konservasi tanah dan air,” ujarnya.

Dan pihaknya sangat penting untuk mengambil peran apalagi dengan berbagai bencana dimana tidak ada pemahaman mendalam terkait dengan konservasi tanah dan air.

“Karena itulah di atas tanah seluas 8 hektar dibangun dalam kawasan Agrotechno Park sekolah Konservasi Tanah dan Air beserta berbagai fasilitasnya,“ jelasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire