Peringatan Hari Puisi Sedunia, upaya menghidupkan kembali tradisi lisan pembacaan puisi
Hari Puisi Sedunia menjadi kesempatan untuk menghormati penyair, menghidupkan kembali tradisi lisan pembacaan puisi, serta mempromosikan membaca, menulis dan mengajar puisi. Tidak hanya sebatas seni dan budaya, puisi juga merupakan penyalur pendidikan formal dan informal.

Elshinta.com - Hari Puisi Sedunia menjadi kesempatan untuk menghormati penyair, menghidupkan kembali tradisi lisan pembacaan puisi, serta mempromosikan membaca, menulis dan mengajar puisi. Tidak hanya sebatas seni dan budaya, puisi juga merupakan penyalur pendidikan formal dan informal.
Hal tersebut disampaikan Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan memperingati Hari Puisi Sedunia yang dirangkai dengan peresmian taman literasi bertempat di SMPN 1 Sei Suka Kab Batu Bara seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Kamis (24/3).
Masih menurutnya bahwa literasi tidak hanya kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Literasi memiliki makna luas yakni kedalaman seseorang atas sebuah pengetahuan yang kelak dapat digunakan untuk menciptakan barang atau jasa yang bermutu tinggi, dan mampu bersaing di kancah internasional. Literasi berbicara tentang apa yang mau kita produksi dan bisa dipasarkan secara luas.
"Kesemuanya itu bisa dipelajari dengan membaca, termasuk bagaimana kita menyiapkan keterampilan yang dibutuhkan setiap siswa seperti kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensinya. Kualitas Karakter terkait bagaimana siswa beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis, sedangkan literasi dasar bagaimana siswa kita menerapkan keterampilan dasar sehari-hari begitu juga dengan Komptensi siswa kita. Dalam hal ini siswa kita dapat berfikir kritis, punya kreatifitas, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik," papar mantan Kepala Biro Humas Keprotokolan Setdaprovsu ini.
Pria yang selalu akrab dengan awak media ini juga berharap dengan adanya kegiatan Peringatan Hari Puisi Sedunia ini akan menambah kecintaan dan motivasi berkarya dalam bentuk puisi semakin meningkat, sedangkan hasil karya berupa tulisan dari siswa dan guru akan lebih banyak dicetak dan disdik akan hadir membantunya.
Oleh karenanya, lanjut Ilyas, perlu dukungan dari semua pihak baik itu dari pemerintah, paguyuban sekolah/komite dan dunia usaha dan dunia industri ke depan akan semakin meningkat sehingga sarana prasarana dan kegiatan-kegiatan literasi bisa semakin ditingkatkan di masa akan datang.
Sebelumnya Kepala UPT SMPN 1 Sei Suka Maslina menuturkan bahwa Peringatan Hari Puisi Sedunia yang seyogyanya jatuh pada tanggal 21 Maret 2022, namun baru hari ini diselenggarakan. "Alhamdulillah semua rangkaian yang kita rencanakan dapat berjalan lancar ini semua berkat dukungan semua pihak. Kegiatan Peringatan Hari Puisi Sedunia ini merupakan salah satu program yang dirancang oleh Tim Literasi Sekolah yang digawangi oleh Ibu Heri Pujiyanti, Bapak Ruslan, Bu Nazli, Bu Sri Asriani serta Bu Aisyah," papar Maslina.