Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kapolda Jateng <i>blusukan</i> cek minyak goreng ke Pasar Bulu, Semarang

Suasana Pasar Bulu di Jalan Mgr Sugiyopranoto, Semarang Selatan, mendadak  dipenuhi sejumlah mobil dinas pejabat.\\r\\nKapolda Jateng bersama pejabat utama, tim satgas pangan serta Forkompinda Kota Semarang mengadakan kunjungan ke pasar itu, Selasa (29/3).

Kapolda Jateng <i>blusukan</i> cek minyak goreng ke Pasar Bulu, Semarang
X
Sumber foto: Yuniar/elshinta.com.

Elshinta.com - Suasana Pasar Bulu di Jalan Mgr Sugiyopranoto, Semarang Selatan, mendadak dipenuhi sejumlah mobil dinas pejabat.
Kapolda Jateng bersama pejabat utama, tim satgas pangan serta Forkompinda Kota Semarang mengadakan kunjungan ke pasar itu, Selasa (29/3).

Memasuki pasar bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan rombongan Kapolda mengecek ketersediaan minyak goreng di lapak para pedagang.

Berdialog dengan sejumlah pedagang Kapolda mengungkapkan kunjungannya ke Pasar Bulu itu adalah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng menjelang Bulan Ramadan dan Hari raya idul Fitri.

Disambut ramah para pedagang, Kapolda berdialog dengan mereka seputar harga dan ketersediaan stok minyak goreng di pasaran.

"Untuk stok gimana Bu?," tanya Kapolda pada Siti Aminah, salah satu pedagang pasar.

"Stok setiap hari aman pak. Tapi saya tidak jual minyak goreng curah. Setiap Minggu ada dropping," jelas Siti seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yuniar.

Kapolda mengungkapkan pada para pedagang bahwa Polda Jateng dan wali kota Semarang dan semua pimpinan daerah di Jateng akan melakukan penetrasi pasar agar ketersediaan minyak goreng selau cukup untuk kebutuhan masyarakat.

"Tadi sudah dilakukan pengecekan minyak goreng (ke pabrik dan distributor), dan hasilnya kebutuhan masyarakat tercukupi. Tinggal kita masih menunggu masalah penyelesaian harga," tandas Kapolda.

Sejumlah pedagang mengiyakan ucapan Kapolda dan menegaskan harapan mereka agar pemerintah membantu agar tidak terjadi kelangkaan minyak apalagi sebentar lagi bulan Ramadan.

"Iya pak. Terima kasih. Kita berharap pak Kapolda dan pak Walikota untuk minyak goreng supaya tidak langka saat Ramadhan," timpal Rumiati, rekan Siti Aminah sesama pedagang pasar.

Kapolda dan wali kota Semarang menanggapi ungkapan Rumiati itu dengan anggukan dan senyuman. Tak lama kemudian Kapolda dengan ramah bertanya pada Rumiati untuk memastikan kembali ketersediaan harian minyak goreng di Pasar Bulu.

"Tiap hari habis untuk penjualan minyak goreng dan suplai lancar ya Bu?," tanya Irjen Ahmad Luthfi.

Rumiati menanggapi stok minyak goreng harian selalu habis diserbu konsumen. Namun stok minyak goreng selalu terpenuhi karena suplai berjalan lancar.

"Tiap hari habis pak dan suplai minyak goreng sudah mulai lancar," tuturnya.

Terkait sidak yang dilakukannya di pasar tradisional, Kapolda menyatakan kegiatan itu merupakan rangkaian dari sidak yang dilakukannya di tingkat produsen, grosir hingga level pedagang pasar.

Kapolda menyatakan hasil laporan satgas pangan dan pengecekan langsung di lapangan menunjukkan stok minyak di Jateng aman hingga tiga bulan ke depan.

Dikatakannya, kebutuhan bulanan masyarakat akan minyak goreng mencapai 36 ribu ton sedangkan stok bulanan yang ada di Jateng mencapai liter 109 ribu ton.

"Hasil pengawasan di lapangan juga menemukan bahwa sejauh ini tidak ada penyimpangan terkait minyak goreng di Jateng. Tim satgas pangan Polda Jateng berkolaborasi dengan Disperindag provinsi hingga kabupaten melakukan pengawasan setiap hari agar tidak ada kemacetan pada simpul distribusi atau penyimpangan oknum yang akan memanfaatkan situasi," ungkap Kapolda pada awak media.

Sementara Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta warga Semarang tidak melakukan aksi panic buying minyak goreng.

"Lakukan pembelian secara wajar agar supply and demand bisa seimbang," kata pria yang akrab dipanggil Hendi tersebut.

Wali Kota juga meminta masyarakat mempercayakan pengawasan ketersediaan minyak pada Polri dan stakeholder terkait.

Hasil laporan di lapangan, kata Hendi, stok minyak cukup dan masyarakat diharapkan cerdas untuk tidak berlebihan menggunakan minyak goreng.

"Apabila ada stok yang terhambat distribusinya atau ada penyimpangan, silahkan masyarakat melaporkan ke satgas pangan. Sejauh ini stok mencukupi dan jangan panic buying apalagi menimbun," imbaunya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire