Top
Begin typing your search above and press return to search.

Puskopti Jateng desak pemerintah penuhi janji subsidi kedelai

Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu-Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro mendesak kepada pemerintah merealisasikan janjinya akan memberikan subsidi kedelai yang saat ini harganya terus naik. 

Puskopti Jateng desak pemerintah penuhi janji subsidi kedelai
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu-Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro mendesak kepada pemerintah merealisasikan janjinya akan memberikan subsidi kedelai yang saat ini harganya terus naik.

"Kami minta pemerintah segera merealisasikan janji untuk menyubsidi kedelai. Sebelumnya dijanjikan pada Maret ini subsidi turun, tetapi hingga kini belum terealisasi," katanya ditemui usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkopti Handayani Salatiga di kantor Kopti setempat, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Kamis (31/3).

Dalam RAT itu juga dilakukan pemilihan Ketua Primkopti Salatiga baru Periode 2022-2027. Sutrisno Supriantoro terpilih kembali untuk memimpin Primkopti Salatiga itu. Rapat ini juga dihadiri Sekretaris Puskopti Jateng Rifai dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Salatiga Roch Hadi.

Sutrisno menyebut, persyaratan untuk memperoleh subsidi harga kedelai dari pemerintah, perlu disiapkan administrasi yang baik seperti nomor induk keluarga (NIK) dan lainnya. Pihaknya sepakat akan hal itu dan telah menyiapkan persyaratan yang diperlukan. Tujuannya agar subsidi itu tepat sasaran kepada warga atau perajin yang benar-benar terdampak harga kedelai.

"Persyaratan dari para perajin sudah siap dan kami kirimkan ke pusat. Karena itu, kami berharap secepatnya subsidi harga kedelai ini bisa direalisasikan," katanya.

Menurut Sutrsino, harga kedelai di pasaran saat ini sudah tembus Rp 12.100 per kilogram. Setidaknya pemerintah diharapkan bisa memberi subsidi Rp 1.000 per kilo gramnya.

"Sebenarnya harga kedelai ideal itu Rp 10.000 per kilogram. Tetapi sejak Januari lalu, harga terus menembus Rp 12.00 per kilogram. Jika ini terus dibiarkan, para perajin banyak gulung tukar khususnya perajin dalam skala kecil," tuturnya.

Sutrisno mengimbau kepada para perajin tempe, untuk bergabung dengan Kopti.

"Sebab subsidi dari pemerintah nantinya akan dilewatkan koperasi, dalam hal ini Kopti," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire