Pupuk Indonesia tingkatkan kinerja pendistribusian pupuk non subsidi
PT. Pupuk Indonesia (Persero) telah memberikan penghargaan kepada distributor dan kios ritel pupuk non subsidi wilayah Indonesia yang berlangsung di kawasan Legian, Kabupaten Badung, Bali.

Elshinta.com - PT. Pupuk Indonesia (Persero) telah memberikan penghargaan kepada distributor dan kios ritel pupuk non subsidi wilayah Indonesia yang berlangsung di kawasan Legian, Kabupaten Badung, Bali.
Pupuk Indonesia dalam kesempatan ini juga melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) pupuk ritel non subsidi sebagai bentuk komitmen Pupuk Indonesia bersama mitra bisnis dalam memenangkan pasar retail pada 2022.
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, penghargaan yang diberikan perusahaan sesuai dengan capaian kinerja dari masing-masing distributor dan kios. Setidaknya ada 158 distributor dan 91 kios yang mendapatkan apresiasi dari Pupuk Indonesia.
"Kami atas nama perusahaan Pupuk Indonesia mengucapkan selamat kepada para distributor dan kios yang berprestasi dan telah membantu mensukseskan program-program Pupuk Indonesia," kata Gusrizal dalam sambutannya di Bali seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Kamis (31/3).
Berdasarkan data, capaian penjualan pupuk ritel non subsidi mencapai 612.000 ribu ton atau melebihi 35 persen dari target yang ditetapkan di tahun 2021.
Acara Penganugerahan Retail Management & Penandatanganan (SPJB) tersebut juga dihadiri para Direksi anak perusahaan Pupuk Indonesia Group.
Pupuk Indonesia juga memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah kepada para distributor dan kios yang berkinerja memuaskan mulai dari truk, mobil, motor, televisi, handphone, logam mulia maupun kesempatan umroh.
Gusrizal menambahkan, Pupuk Indonesia telah memiliki upaya khususnya dalam meningkatkan kinerja pendistribusian pupuk non subsidi di seluruh wilayah Indonesia pada 2022
“Salah satunya adalah melalui transformasi bisnis dan pengembangan sistem digitalisasi penjualan ritel melalui target operating model #PupukIndonesiaAda,” terangnya.
Menurut Gusrizal,, saat ini #PupukIndonesiaAda telah diimplementasikan dialam 7 (tujuh) wilayah piloting masing-masing di Kabupaten Pidie, Banyuasin, Cirebon, Grobogan, Nganjuk, Kukar & Gowa dengan total 153 kios
“Ke depan kami (Pupuk Indonesia) akan mencoba memperluas hingga di 114 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan total target 1.800 kios,” tambahnya.
Gusrizal mengungkapkan, implementasi transformasi bisnis dan pengembangan sistem digitalisasi sebagai upaya meningkatkan pangsa pasar Pupuk Indonesia di pasar pupuk non subsidi.
Menurutnya, keseriusan Pupuk Indonesia dalam bersaing di pasar ritel non subsidi ditandai dengan dilakukannya pengembangan sistem penjualan melalui Retail Management System (RMS).
“Sistem RMS sudah mulai diimplementasi di kios-kios Pupuk Indonesia dan bertahap akan terintegrasi di sistem distributor,” tegasnya.
Gusrizal dalam kesempatan ini juga mengapresiasi atas capaian kinerja para distributor dan kios dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani.
“Kami (Pupuk Indonesia) selaku produsen sangat berterima kasih atas kerjasama yang dilakukan oleh distributor dan kios sebagai mitra bisnis Pupuk Indonesia, saya berharap tahun 2022 Pupuk Indonesia bisa memberikan capaian yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Sementara itu untuk penandatangan SPJB pupuk non subsidi, Gusrizal mengungkapkan bahwa acara tersebut melibatkan 82 distributor dari seluruh tanah air.
Penandatanganan SPJB ini menjadi kontrak dan komitmen para distributor dalam menjamin pendistribusian pupuk non subsidi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, serta bertanggung jawab penuh dalam memenuhi kebutuhan pupuk para petani di Indonesia.
“Pupuk Indonesia menyampaikan terimakasih kepada seluruh distributor, kios, dan petani di Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Pupuk Indonesia,” sambungnya.
“Diharapkan Sinergi ini dapat terus ditingkatkan lagi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan Negara dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkas Gusrizal.