Harga tomat anjlok, petani lereng Merbabu merugi jutaan rupiah
Para petani tomat di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah kini mengeluhkan anjloknya harga jual tomat hasil panennya.

Elshinta.com - Para petani tomat di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah kini mengeluhkan anjloknya harga jual tomat hasil panennya. Hal ini terjadi setelah sebelumnya mengalami hal serupa akibat anjloknya harga jual wortel. Dengan kejadian ini petani harus menanggung rugi hingga jutaan rupiah.
Dikatakan Sukardi, salah satu petani tomat di lereng Merbabu, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo mengaku tomat hasil panennya dijual hanya laku Rp1000, dari sebelumnya laku Rp5 hingga Rp6 ribu.
Anjloknya harga tomat ini dimungkinkan karena adanya tomat dari luar daerah yang masuk di pasaran di Boyolali. "Dengan masuknya tomat dari luar Boyolali, membuat para petani merugi hingga jutaan rupiah. Karena tomat asal Boyolali sendiri hanya laku Rp1000 perkilo gramnya," kata Sukardi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Minggu (3/4).
"Kami tak bisa berbuat banyak dengan anjloknya harga tomat ini. Meski harga rendah namun tetap kami jual ke pasar, agar kerugian tidak lebih besar," kata Sukardi.
Hal senada juga dikatakan petani lainnya, Nur Istiqomah yang mengaku memang benar harga jual tomat anjlok. Padahal sebelumnya harga jual masih Rp3.000 hingga Rp4.000 perkilo gramnya. "Kondisi ini tak sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Bahkan biaya untuk beli bibit, pupuk, obat-obatan sudah tinggi," kata Nur Istiqomah.