Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sembilan SMK di Indonesia terpilih ikut magang di SMK Raden Umar Said Kudus

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melakukan kerja sama dengan SMK Raden Umar Said Kudus untuk menjadi tempat magang yang diikuti oleh siswa dan guru SMK dari berbagai daerah di Indonesia.

Sembilan SMK di Indonesia terpilih ikut magang di SMK Raden Umar Said Kudus
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melakukan kerja sama dengan SMK Raden Umar Said Kudus untuk menjadi tempat magang yang diikuti oleh siswa dan guru SMK dari berbagai daerah di Indonesia. Dimana, SMK Raden Umar Said Kudus adalah salah satu SMK Pusat Keunggulan.

Kegiatan magang yang diikuti oleh 18 siswa dan 4 guru SMK jurusan animasi, dilaksanakan di SMK Binaan Djarum Foundation ini. Selain memperdalam animasi, pada kesempatan magang ini para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berproses pada bidang concept art, 3D modeling, motion graphic hingga UI/UX.

Kegiatan magang yang berlangsung selama 2 bulan ini diharapkan mampu untuk memberikan pengalaman bekerja layaknya berada di industri bagi siswa dan guru SMK jurusan Animasi dan Multimedia. Selain itu kegiatan magang ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dan menambah portofolio. SMK yang terpilih untuk mengikuti program magang di SMK Raden Umar Said Kudus yaitu SMKN 2 Garut, SMKN 11 Semarang, SMKN Darul Ulum Muncar, SMKN 1 Cermee, SMKN 11 Malang, SMKN 1 Dlanggu, SMKN 1 Boyolangu, SMKN 1 Buer, serta SMKN 4 Malang.

Galuh Paskamagma selaku Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, kegiatan magang ini dapat menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja. "Harapannya para peserta magang dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan magang ini di masing-masing SMK supaya bisa meningkatkan kualitas lulusannya sehingga bersaing dengan di dunia kerja,” lengkap Galuh seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Minggu (3/4).

Kegiatan magang yang sudah dimulai sejak bulan Februari ini telah dibuat dengan standar industri sehingga besar kemungkinanya jika para peserta menerapkannya di SMK masing-masing akan banyak bermunculan tenaga ahli di bidang animasi yang berkualitas dan lahir dari SMK-SMK di Indonesia.

Selain meningkatkan hard skills, kegiatan magang ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills melalui pekerjaan yang diberikan. Misalnya saat peserta magang harus mengerjakan pekerjaan dengan tenggat waktu yang sangat ketat, mereka dituntut untuk bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai divisi serta berfikir kritis dan kreatif agar dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi saat menyelesaikan proyek tersebut. Menariknya, pekerjaan yang diberikan adalah proyek nyata dari industri, sehingga para peserta magang tidak hanya sekedar ‘on the job training’ tetapi dapat merasakan budaya industri yang sesungguhnya.

Ada sebanyak 11 pengajar dari SMK Raden Umar Said Kudus yang menjadi tenaga pendamping dan bertanggung jawab untuk dapat meningkatkan keterampilan peserta. Proses peningkatan keterampilan ini dilakukan salah satunya dengan memberikan pekerjaan disertai tenggat waktu yang ketat namun dengan menghasilkan kualitas yang sama dengan standar industri. Meski terlihat sederhana, tetapi banyak peserta yang merasa ini sebuah tantang besar bagi mereka.

Erwan Septiyono salah satu peserta guru 3D modeling dari SMKN 1 Boyolangu, mengatakan bekerja dengan standar industri belum biasa dilakukan di SMK dan ini merupakan tantangan baginya tetapi ia meyakini bahwa tantangan ini bisa dilewati.

"Ya sebenernya ini cukup sulit karena kami belum terbiasa bekerja layaknya di industri tapi saya yakin setelah magang ini selesai, saya dan teman-teman bisa menerapkan di SMK masing-masing,” tuturnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire