Gubernur Sumut paparkan renstra perbaikan infrastruktur ke daerah wisata di Langkat
Kegiatan strategis pembangunan dikebut, hal ini terkait kendala pembangunan akibat COVID-19 yang telah melanda selama dua tahun ini.

Elshinta.com - Kegiatan strategis pembangunan dikebut, hal ini terkait kendala pembangunan akibat COVID-19 yang telah melanda selama dua tahun ini. Rencana strategis (Renstra) dilaksanakan dalam lima misi. Yaitu misi bermartabat dalam kehidupan, bermartabat dalam politik, bermartabat dalam pendidikan, bermartabat dalam pergaulan dan bermartabat dalam lingkungan. Hal itu dipaparkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pada musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Sumatera Utara tahun 2023 di Medan.
Terkait infrastruktur, Edy menyebutkan, pada tahun 2023, Pemprov menargetkan penanganan jalan strategis provinsi dalam kondisi baik. Dengan memprioritaskan jalan di kabupaten/kota sepanjang 497,14 kilometer, meliputi kawasan wisata, pusat produktivitas, perkotaan dan kawasan daerah tertinggal, serta menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi Sumut mencapai 85 persen.
Dimana Kabupaten Langkat mendapat perbaikan infrastruktur jalan milik Provinsi Sumatera Utara sepanjang 40,29 km, sebagai langkah perkuat sektor wisata di Langkat. Adapun ruas jalan Provinsi di Langkat, yang menjadi prioritas perbaikan meliputi ruas jalan Tanjung Pura-Tanjung Selamat 5,78 kilometer, ruas jalan Tanjung Selamat-simpang tiga Namu Unggas 1,7 kilometer.
Kemudian ruas jalan simpang Durian Mulo- Namu Ukur 1,1 kilometer, ruas jalan Kuala-simpang Marike 3,21 kilometer. Ruas jalan batas Binjai-Kuala 2,5 kilometer, ruas jalan tembus Timbang Lawan-Tangkahan 13 kilometer kemudian ruas jalan simpang tiga Namu Unggas-Tangkahan 13 kilometer. Tujuh titik infrastruktur jalan yang diperbaiki di Langkat tersebut juga telah dipaparkan Gubernur pada acara pra musrenbang di Kabupaten Batu Bara.
Plt. Bupati Langkat Syah Afandin menyatakan, pihaknya siap mengawal jalannya pengerjaan infrastruktur milik Provinsi Sumatra Utara di wilayah Kabupaten Langkat. "Kami siap mengawal perbaikan infrastruktur itu, hingga nantinya benar benar dapat dinikmati masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat Kabupaten Langkat," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (3/4).
Ia juga mendukung langkah tersebut, terutama pengembangan bidang pariwisata yang meliputi, wisata Bukit Lawang di Bahorok, Tangkahan di Batang Serangan, wisata Religi Besilam di Padang Tualang Serta monumen Tengku Amir Hamzah beserta Masjid Azizi Tanjung Pura di Kabupaten Langkat.