Ngabuburit, massa AGAMIS kembali datangi KPK minta Kasus Duriangate diusut tuntas
Kelompok massa AGAMIS melakukan aksi damai bertemakan 'Menolak Lupa Kasus DurianGate' di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Raden Saleh (Area Kantor PKB), Cikini Menteng Jakarta Pusat, Selasa (5/4).

Elshinta.com - Kelompok massa AGAMIS melakukan aksi damai bertemakan 'Menolak Lupa Kasus DurianGate' di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Raden Saleh (Area Kantor PKB), Cikini Menteng Jakarta Pusat, Selasa (5/4).
Mereka melakukan kegiatan ngabuburit untuk mendukung lembaga antirasuah membuka kembali kasus suap pembahasan anggaran untuk dana optimalisasi Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang terkenal dengan istilah "Kardus Durian" yang menyeret nama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
"Sambil ngabuburit, kita juga menyerukan kepada masyarakat untuk mendukung komitmen Ketua KPK Firli Bahuri yang menyatakan 'Siapa Saja yang Korupsi Kita Tangkap'. Termasuk dukungan untuk menangkap koruptor kasus kardus durian," tegas Koordinator Aksi Lukman.
Selain ngabuburit, pihaknya juga melakukan sedekah takjil kepada masyarakat yang dalam perjalanan pulang. "Alhamdulillah, kita juga berbagi takjil ke masyarakat yang tidak sempat beli makanan buka puasa sebelum sampai tempat tujuan. Kegiatan ini nantinya tidak hanya hari ini saja, namun akan berkelanjutan selama puasa," kata Lukman lagi.
Lukman melanjutkan momentum Ramadan, menjadi saat yang tepat untuk mensucikan diri dan mengingatkan kepada para koruptor bertaubat. Apalagi sudah ada sinyal dari KPK akan membuka peluang besar untuk mengusut kasus duriangate tersebut.
"Puasa menjadi bulan jihad kita, dan tidak ada toleransi bagi siapapun yang melakukan korupsi untuk bertanggung jawab terutama kasus Durian Gate ini. Bertaubatlah selagi masih diberikan kesempatan menikmati puasa Ramadan," tambahnya.
Lukman juga mengajak seluruh mahasiswa (Agent Of Change) dan Pemuda Indonesia untuk ikut bergerak mengangkat isu duriangate kembali dengan menggelar aksi di beberapa daerah, yang dimulai pada Selasa 5 April 2022.
Sementara seperti diketahui, pada 2018, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa dirinya merasa aneh karena kasus tersebut telah selesai pada 2012 lalu. Terlebih para saksi juga tidak ada yang menyebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi itu.
“Itu kasus sudah selesai, orang yang mentasnamakan saya sudah dibantah di pengadilan,” ujar Cak Imin di kediaman politikus senior Golkar Akbar Tandjung, kawasan Kebayoran, Jakarta.
Oleh sebab itu apabila kasus 2012 lalu kembali diungkit saat ini, Cak Imin menduga itu hanya untuk menyerangnya lewat kampanye hitam. Hal itu karena dirinya ingin maju di Pilpres 2019.
“Kalau hari ini muncul tidak lebih dari black campaign saja,” tegasnya.