Safari Ramadan di Kudus, AHY datangi <i>home industri</i> jenang
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan Safari Ramadan dengan berkeliling Indonesia sekaligus mengangkat dan mempromosikan potensi suatu daerah yang dimiliki.

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan Safari Ramadan dengan berkeliling Indonesia sekaligus mengangkat dan mempromosikan potensi suatu daerah yang dimiliki. Kali ini, giliran Kabupaten Kudus yang didatanginya, Jumat (8/4). Bupati Kudus H.M. Hartopo menyambut di salah satu rumah industri makanan khas Kudus, 'Jenang Dua Keris' yang berada di Jl. KH. Agus Salim Kelurahan Panjunan, Kota Kudus. Ia mengajak putra Presiden ke-6 itu untuk berkeliling melihat proses pembuatan hingga pengemasan jenang yang ada di sana.
"Ini adalah makanan khas Kabupaten Kudus yang bernama jenang atau dodol. Rasanya pun berbagai macam varian, biasanya makanan ini dibuat oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Kudus. Suatu kehormatan bagi kita dengan kedatangan mas AHY, Khususnya para pelaku UMKM, karena selain berkunjung, rupanya beliau juga mempromosikan produk UMKM kita. Semoga membawa keberkahan usai diendorse produk kita hingga bisa laku keras," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (9/4).
Meski Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah, namun kontribusi Kudus sangat luar biasa bagi pemerintah pusat. "Kudus kabupaten terkecil mungkin seluruh Indonesia, namun kontribusi kita sangat besar bagi Indonesia. Karena kita bisa memberikan devisa dari DBHCHT yang sangat luar biasa hingga mencapai 34 triliun, dan kembali ke sini 174 miliar. Dengan anggaran itu, jika kita bisa kelola dengan baik maka Kudus bisa menjadi Singapuranya Indonesia. Kudus punya berbagai macam julukan dari produk yang menjadi ikon, di antaranya Kota Kretek, Kota Industri, Kota UMKM, Kota Santri dan masih banyak yang lainnya. Kudus juga merupakan gudangnya UMKM, di sini ada sekitar 17.000 lebih umkm. Bahkan produk jenang seperti ini ada 106 perusahaan. Meskipun kota kecil, namun Kudus mampu menjadi penopang perekonomian di Jawa Tengah maupun Nasional," imbuhnya.
Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan kekagumannya meski wilayah terkecil secara geografi maupun populasi namun mampu menghadirkan devisa dan pendapatan daerah yang sangat potensial untuk mendongkrak ekonomi Jateng dan Nasional. "Semoga produk UMKM Kudus dapat semakin kuat dan berjaya kembali hingga mampu bersaing di pasaran. Bukan saja pasar domestik, bahkan bisa ketingkat Nasional maupun Internasional," harapnya.
Tak lupa, ia juga antusias mempromosikan berbagai produk UMKM lokal yang dihadirkan, melalui media sosial yang ia kelola.