1.380 komputer dan 16 fakultas disiapkan untuk UTBK
Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur menyiapkan 1.380 komputer untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang akan digelar pada Mei 2022 mendatang.

Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur menyiapkan 1.380 komputer untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang akan digelar pada Mei 2022 mendatang. Sebagai salah satu kampus dari 35 kampus yang akan menjadi lokasi tes yang ditunjuk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai salah satu PTN pusat penyelenggara UTBK dari 74 pusat UTBK PTN di seluruh Indonesia.
“1.380 komputer tersebut berada di 16 fakultas yang ada di UB,“ ujar Heri Prawoto Widodo, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB dalam acara bincang santai bersama pakar (BONSAI) di Gedung Rektorat UB.
Tentu saja jumlah tersebut disesuaikan dengan prokes serta kapasitas ruangan. “Seperti di Filkom ada 400 komputer itupun kita pakai 20 persen sehingga yang dipakai hanya 200 komputer itupun dengan jarak antara komputer 1 meter selain melengkapi dengan mekanisme prokes pihak UB menyediakan sarung tangan,” ujarnya.
Terkait mahasiswa afermasi utamanya dari mahasiswa dari daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) pihak UB masih mengedepankan prosedur pemerataan.
“Ada beberapa dari daerah 3T yang diterima UB hanya saja soal kuota masih belum diumumkan dari kementerian,” imbuhnya.
Universitas Brawijaya Malang sendiri masih menduduki posisi teratas penerima peserta terbanyak pada jalur SNMPTN dengan jumlah 3.445 peserta.
Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu 4.373 orang. Hal ini mengikuti jumlah kuota SNMPTN yang telah ditetapkan tahun ini (20%).
Pada jalur SBMPTN kuota yang ditetapkan tahun ini sebanyak 30 persen atau sekitar 5.125. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sebanyak 5.919. Sedangkan untuk Jalur Mandiri kuota tahun ini merupakan yang terbanyak atau sekitar 50 persen dari total kuota yang disediakan.
"Untuk Seleksi UTBK dan SBMPTN ketentuannya masih sama seperti yang sebelumnya. Yang berbeda pada tahun ini untuk Seleksi Mandiri, selain menggunakan prestasi akademik juga menggunakan prestasi non akademik dan nilai UTBK," tandasnya Heri.