Begin typing your search above and press return to search.
Hindari tumpang tindih kajian, Kementerian PPN/Bappenas luncurkan platform MP3
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) pada Kamis (15/4), resmi me-launching atau meluncurkan aplikasi Manajemen Pengetahuan Perencanaan Pembangunan atau disingkat menjadi MP3.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.Elshinta.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) pada Kamis (15/4), resmi me-launching atau meluncurkan aplikasi Manajemen Pengetahuan Perencanaan Pembangunan atau disingkat menjadi MP3.
Aplikasi yang dikembangkan oleh Knowledge Sector Initiative (KSI) semenjak tahun 2020 lalu menurut Deputi bidang ekonomi PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, ST, M.Si, M.Eng, PhD diciptakan untuk memudahkan, menghimpun produsen dari sisi produksi analisis maupun kajian termasuk juga proses diseminasi, pencarian juga proses pemanfaatannya.
Selain itu diciptakan dan dikembangkannya aplikasi MP3 lanjut Amalia juga berfungsi untuk menghindari adanya tumpeng tindih dari kajian-kajian yang sudah ada dan justru dengan kehadiaran aplikasi MP3, diharapkan Kementerian PPN/Bappenas bisa mengelola seluruh produk pengetahuan dan inovasi yang bermanfaat bagi perencanaan pembangunan.
“Kedepannya aplikasi MP3 dapat lebih meningkatkan efektivitas dari proses perencanaan pembangunan dan tentunya dapat memperkuat peran Bappenas sebagai lembaga ting tang dan juga memperkuat serta meningkatkan kualitas dari perencanaan pembangunan,” ungkap Amalia.
MP3 bagi Kementerian PPN/Bappenas tambah Amalia merupakan salah satu tools yang digunakan untuk mengedepankan bahwa perencanaan pembangunan itu harus berbasis bukti dan berbasis pengetahuan dan platform MP3 tersebut yang menjadi pegangan atau acuan.
“Kebijakan yang akan disusun Kementerian PPN/Bappenas harus berbasis kepada bukti dan analisis yang kuat. Menyusun kebijakan tidak hanya sekedar menyusun dalam kebijakan dokumen tetapi harus berlandaskan background study, policy analisis, exercise awal maupun simulasi dampak. MP3 hadir sebagai platform, kebijakan atau sarana bagi Kementerian PPN/Bappenas untuk memberikan kebijakan baru yang lebih efisien, berkualitas maupun lebih up-date karena berbasis pada data terkini,” lanjut Amalia terkait kelebihan aplikasi MP3.
Dengan hadirnya platform MP3 yang tekah dioperasionalkan Kementerian PPN/Bappenas, Deputi bidang ekonomi PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti berharap MP3 dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk proses perencanaan pembangunan serta semakin banyak stakeholder yang mempergunakan serta menyimpan produk-produknya di MP3.
“Pilot project MP3 di Bappenas dan kita akan libatkan unit terkait di Bappenas untuk memanfaatkan platform MP3. Setelah tahapan ini dicapai, MP3 akan terkoneksi dengan BRIN, CSIS, Semeru serta semua lembaga riset yang menghasilkan produk penelitian,” tutup Amalia.
Seperti diketahui sebelumnya peluncuran aplikasi MP3 yang dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas, selain dihadiri oleh Deputi bidang ekonomi PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, launching juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan PPN/Bappenas seperti Kepala pusat data dan informasi perencanaan pembangunan Mohammad Irfan Saleh.
Turut hadir pula Sekertaris Kementerian PPN/Sekertaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo, Plt Sekertaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nur Tri Aries Suestiningtyas, Sekertaris Kementerian PANRB dan Plt. Deputi bidang kelembagaan dan tata laksana Rini Widyantini.
Sumber : Elshinta.Com
Next Story




