Pengamat: BLT minyak goreng bantu tingkatkan daya beli nelayan
Pengamat ekonomi perikanan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Teuku Junaidi mengatakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng dapat bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya beli nelayan.

Elshinta.com - Pengamat ekonomi perikanan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Teuku Junaidi mengatakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng dapat bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya beli nelayan.
"BLT minyak goreng menurut saya dapat bermanfaat untuk membantu nelayan, program ini tentunya perlu diapresiasi," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (16/4).
Pengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed tersebut menambahkan program BLT minyak goreng merupakan bentuk respons cepat dari pemerintah di tengah kenaikan harga minyak goreng.
"Rencana bantuan yang akan diberikan sekaligus tiga bulan dalam bentuk tunai akan dapat membantu keluarga nelayan, ini bentuk tindakan cepat dari pemerintah yang tanggap terhadap permasalahan masyarakat khususnya nelayan," katanya.
Junaidi menambahkan, pada masa yang akan datang diharapkan pemerintah juga membuat program strategis untuk mendorong pemberdayaan nelayan.
"Program pemberdayaan dan program khusus bagi nelayan tentunya diperlukan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan nelayan," katanya.
Dia mencontohkan, selama Ramadhan dan Lebaran dikhawatirkan terjadi penurunan daya beli nelayan karena terdapatnya potensi kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
"Selain itu, faktor musim juga dapat menjadi salah satu permasalahan nelayan sehingga perlu program pemberdayaan ketika nelayan sedang tidak melaut karena kondisi cuaca," katanya.
Menurut dia, pemerintah dapat membuat program pemberdayaan dan pelatihan untuk membantu meningkatkan keterampilan nelayan.
"Pemberian pelatihan ini juga penting bagi nelayan yang telah lanjut usia, sehingga dapat beralih profesi, misalkan menjual produk olahan ikan atau lainnya yang masih terkait dengan kegiatan perikanan," katanya.
Dia mengatakan, pemerintah juga perlu menggiatkan promosi gemar makan ikan guna mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan.
Menurutnya konsumsi ikan sangat baik untuk menjaga kesehatan dan imunitas dalam rangka menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dan bugar.
Junaidi juga menambahkan bahwa sosialisasi gemar makan ikan bisa dilakukan secara tatap muka atau konvensional serta secara digital dengan memanfaatkan berbagai aplikasi media sosial.