Arus mudik di Terminal Bus Mandala Rangkasbitung masih sepi
Arus mudik Lebaran melalui Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih sepi dan belum terlihat lonjakan penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan.

Elshinta.com - Arus mudik Lebaran melalui Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih sepi dan belum terlihat lonjakan penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan.
"Kami sejak tiga hari terakhir ini penumpang tampak sepi, " kata Dede (45) seorang sopir bus jurusan Rangkasbitung - Kalideres Jakarta di Terminal Bus Mandala Rangkasbitung di Lebak, Minggu (17/4).
Para pengemudi angkutan Lebaran tahun 2022 bisa bernafas lega, karena kendaraan berbagai trayek kembali beroperasi dibandingkan dua tahun lalu dihentikan akibat pandemi COVID-19.
Selain itu juga pengemudi angkutan umum menyambut positif setelah pemerintah membolehkan mudik Lebaran dengan syarat telah divaksinasi booster.
Kemungkinan besar lonjakan penumpang arus mudik Lebaran akan terjadi pada H-5.
Kebanyakan pemudik itu dari wilayah Tangerang, Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Bandung.
Meski saat ini arus mudik tampak sepi, namun pekan depan dipastikan mulai ramai penumpang arus mudik.
"Kami saat ini tetap menjaga kondisi kendaraan agar layak beroperasi untuk melayani penumpang arus mudik," kata Dede.
Begitu juga Mastur ( 55) seorang pengemudi bus mengatakan dirinya melayani trayek Rangkasbitung - Bekasi hingga beberapa hari terakhir ini penumpang arus mudik Lebaran belum terlihat lonjakan.
Mereka para pekerja di wilayah Bekasi dan Cikarang belum menerima tunjangan hari raya ( THR) dari perusahaan.
Kemungkinan besar arus mudik Lebaran akan terjadi mulai H-5 setelah menerima THR itu.
"Kami meyakini angkutan lebaran tahun ini dipastikan arus mudik mencapai ribuan, " katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Muksin mengatakan pihaknya tahun ini mengoperasikan terminal melayani penumpang arus mudik Lebaran baik kedatangan dan keberangkatan.
Saat ini, kasus penanganan COVID-19 di Kabupaten Lebak melandai.
Namun demikian, pihaknya tetap memperketat agar semua penumpang maupun pengemudi angkutan harus mematuhi protokol kesehatan.
Selain itu juga wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Saat ini, jumlah angkutan kendaraan umum yang ada sekitar 130 bus melayani trayek Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) jurusan Rangkasbitung - Bandung.
Begitu juga trayek Rangkasbitung -Tangerang - Bekasi-Cikarang-Tanjung Priok-Kalideres dan Bogor.
"Kami tetap akan memperketat prokes untuk mencegah penyebaran COVID-19, " katanya.