Mitos seputar menyusui yang masih banyak dipercaya
Elshinta
Sabtu, 23 April 2022 - 23:59 WIB |
Mitos seputar menyusui yang masih banyak dipercaya
Ilustrasi menyusui (ANTARA/Shutterstock/Golfx)

Elshinta.com - Mitos dan fakta seputar pemberian ASI eksklusif banyak beredar di masyarakat, salah satunya adalah masih ada yang berpikir bahwa air susu ibu tidak cukup mengenyangkan bagi bayi.

dr. Utami Roesli, SpA.,MBA, FABM., dokter spesialis anak lulusan Universitas Padjadjaran menjelaskan ada banyak mitos-mitos menyesatkan yang dipercaya oleh para orang tua khususnya nenek dan kakek.

Menurut dr. Utami, edukasi atau pemberian informasi kepada para nenek sangat berperan penting sebagai bentuk dukungan agar bayi bisa mendapat ASI eksklusif.

Mitos yang paling sering beredar di masyarakat adalah ASI saja tidak cukup sehingga harus ditambah dengan makanan seperti pisang dan sysu formula pada usia 6 bulan pertama.

"Faktanya produksi ASI sesuai dengan pengeluaran ASI, demand and supply. Jadi semakin dikeluarkan, semakin diproduksi. Meningkatkan produksi ASI juga dengan menyusui dan memerah ASI bukan dengan minum susu ibu menyusui," ujar dr. Utami dalam webinar pada Sabtu.

Mitos tersebut juga diperkuat dengan anggapan bahwa ketika bayi menangis setelah menyusu, berarti masih lapar dan gizinya kurang sehingga perlu ditambah dengan makanan lain.

Menurut dr. Utami, bayi menangis tidak selalu karena lapar, bisa saja ada faktor lain seperti diapers-nya yang tidak nyaman, ingin digendong dan lainnya.

"Perhatikan tanda kalau bayi sedang lapar, dia akan menjulurkan lidah kayak melet-melet, mengecap-ngecap, kepalanya seperti mencari-cari puting. Jadi kalau nangis setelah menyusui bukan karena lapar," jelas dr. Utami.

Mitos selanjutnya adalah bayi perlu dilatih minum dengan dot sebelum sang ibu masuk kerja. Faktanya adalah memperkenalkan dot pada bulan pertama dapat menyebabkan kesukaran menyusui atau bingung puting.

Hal salah kaprah lain yang dipercaya oleh ibu dan orang tua adalah harus menghindari minum kopi, seafood dan makanan pedas. Ibu juga wajib minum susu khusus ibu menyusui supaya produksi ASI banyak.

"Yang enggak boleh itu minuman keras dan rokok, karena apa? Dikatakan bahwa ketuban bayi itu rasanya seperti makanan ibunya. Gampangnya, ketuban sapi rasanya rumput, ketuban macam ya rasa daging," kata dr. Utami.

"Jadi memang sudah dibiasakan makan makanan yang sama dengan ibunya. Misalnya kita menyusui bayi bule, kita makan sambel ya bayi bule akan mencret," lanjutnya.

Mitos lain yang juga dipercaya oleh masyarakat adalah saat hari pertama setelah bayi dilahirkan dan ASI belum keluar, maka diperlukan tambahan susu formula supaya bayi tidak dehidrasi atau kuning.

Faktanya, bayi baru lahir mampu bertahan tanpa ASI selama 48-72 jam karena dibekali saat dalam kandungan. Syaratnya, disusui segera setelah lahir dan sering disusui pada hari-hari pertama, colustrum yang sedikit diperlukan untuk mematangkan usus.

"Makanya perlu adanya IMD (inisiasi menyusui dini) minimal 1 jam setelah lahir, diletakkan di dada ibunya. Kolostrum yang keluar setetes dan dua tetes saat baru lahir ini, dibutuhkan bukan buat makanan tapi untuk mematangkan usus," jelas dr. Utami.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perpibi: Kenali waktu yang tepat untuk melakukan pemijatan terhadap bayi   
Minggu, 19 Juni 2022 - 16:34 WIB
Melakukan pemijatan terhadap bayi dinilai memiliki arti penting diantaranya untuk meningkatkan nafsu...
Metode `read aloud` dapat tingkatkan minat baca anak
Minggu, 12 Juni 2022 - 16:09 WIB
Metode membaca nyaring atau read aloud menjadi salah satu metode yang dapat diterapkan untuk menum...
Cegah `stunting` dengan konsumsi makanan tambahan bergizi
Sabtu, 04 Juni 2022 - 09:47 WIB
Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan mengatakan pencegahan s...
Penjelasan ahli tentang tahap tumbuhkembang sikap empati pada anak
Jumat, 03 Juni 2022 - 00:09 WIB
Menanamkan sikap tolong menolong dan berempati kepada anak merupakan hal yang penting. Namun ternyat...
Mensos: Lansia tunggal terbanyak ditemukan di Tasikmalaya
Minggu, 29 Mei 2022 - 12:33 WIB
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini mengatakan populasi kaum lanjut usia (lansia) tunggal di Kabupaten...
Lima cara sederhana sampaikan kasih sayang kepada orang tua
Minggu, 29 Mei 2022 - 12:11 WIB
Rasanya, tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Hal ini terbukti pada cinta dan kasih sa...
Disdukcapil Kota Pekalongan ingatkan pentingnya KIA
Rabu, 25 Mei 2022 - 23:35 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan pelayanan dan s...
Kata Kak Seto tentang `homeschooling` saat ini
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:07 WIB
Psikolog dari Universitas Indonesia Seto Mulyadi mengatakan, pembelajaran dengan metode homeschooli...
Tujuh kecamatan di Sukoharjo sudah punya sanggar inklusi
Rabu, 18 Mei 2022 - 10:14 WIB
Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menambah jumlah sanggar inklusi untuk peningkatan layanan Anak...
`Online game`, baik atau buruk untuk remaja?
Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:57 WIB
Psikolog klinis Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Nanda Rossalia, M.Psi berpendapat setidaknya ada...
InfodariAnda (IdA)