Sejahrawan ungkap jejak tradisi hantaran dari masa lampau hingga kini
Elshinta
Senin, 02 Mei 2022 - 10:15 WIB |
Sejahrawan ungkap jejak tradisi hantaran dari masa lampau hingga kini
Ilustrasi hantaran Lebaran. (Foto oleh RODNAE Productions)

Elshinta.com - Sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran Fadly Rahman mengatakan jejak tradisi mengirim hantaran Lebaran dapat ditelusuri pada momen hari raya panen yang berlangsung di masa kerajaan abad ke-16. 

"Hantaran Lebaran yang hingga saat ini populer di kalangan masyarakat Indonesia merupakan bentuk transformasi dari tradisi hantaran hasil bumi yang dipersembahkan rakyat kepada raja dan kemudian dari raja untuk rakyatnya," ujar Fadly kepada Antara, Senin.

Fadly menjelaskan di masa kerajaan dahulu, ada tradisi masyarakat menghantarkan hasil bumi untuk raja.
​​​​
"Dan ketika raja mengadakan pesta panen, biasanya akan membekalkan hasil olahan dan berbagai macam makanan serta kue, yang akan dibawa pulang oleh rakyatnya sendiri," kata Fadly 

Lebih lanjut Fadly menyebutkan seiring redupnya masa kerajaan, tradisi hantaran berubah wujud menjadi menghantarkan makanan untuk tetangga, saudara, serta handai tolan yang terjadi hingga masa sekarang.

Pada masa kolonial, saling membalas hantaran Lebaran juga telah muncul di kalangan antar-keluarga. Hantaran tersebut berupa berbagai jenis hidangan utama khas Lebaran seperti ketupat, opor, kari, dan rendang serta kue basah tradisional yang disajikan di dalam rantang.

Fadly mengatakan tradisi hantaran berupa tukar rantang menunjukkan kekhasan masyarakat agraris. Selain berfungsi sebagai wadah bekal, secara sosial-budaya rantang memiliki arti simbolik sebagai perekat hubungan antar-tetangga atau kerabat ketika digunakan untuk hantaran.

"Ketika dikirimi dalam bentuk rantang, secara spontan kita akan membalasnya. 'Ah, malu kalau kita mengembalikan dalam kondisi kosong'. Lalu kita akan mengisinya kembali dengan makanan-makanan," katanya.

Pada masa kolonial, kue-kue kering seperti nastar, kastangel, lidah kucing, dan putri salju dalam kemasan stoples mulai dikenal dan dijadikan hantaran Lebaran yang diberikan keluarga Eropa untuk keluarga pribumi priyayi.

Dalam perkembangannya, kini hantaran telah bertransformasi dalam bentuk hampers dan parsel yang memiliki kemasan lebih modern. Walau wujudnya telah berubah, Fadly mengatakan esensi serta makna hantaran tidak berubah signifikan.

Namun pada masa sekarang, kata Fadly, telah jamak orang mengirim hantaran sebagai tanda ucapan terima kasih atau ucapan hari raya dari rekan kerja tanpa mengharap balasan atau tanpa saling bertukar. Hal tersebut terjadi seiring dengan pergeseran hantaran yang telah dikomersilkan atau dijadikan lahan bisnis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ubin mudah pecah? Begini cara mengatasinya
Rabu, 06 Juli 2022 - 09:44 WIB
Ubin atau tegel merupakan bagian penting pada sebuah bangunan untuk melindungi permukaan lantai sert...
Koleksi busana bertema zodiak untuk remaja
Minggu, 03 Juli 2022 - 17:45 WIB
Anda tergila-gila dengan zodiak? Perancang muda Prettycia Haqni menjadikan astrologi sebagai inspira...
Google bermasalah di Eropa soal privasi data
Kamis, 30 Juni 2022 - 14:36 WIB
Lembaga perlindungan konsumen di Prancis melayangkan protes kepada Google soal praktik pengumpulan d...
Lima tips agar keuangan Anda tetap sehat
Kamis, 30 Juni 2022 - 00:11 WIB
Perekonomian Indonesia di tahun 2022 diprediksi akan membaik seiring dengan meningkatnya konsumsi m...
Otak gurita punya kesamaan dengan manusia
Rabu, 29 Juni 2022 - 19:08 WIB
Studi menunjukkan bahwa dua spesies gurita yakni gurita biasa octopus vulgaris dan octopus bimaco...
Karakter Teddy Bear kini hadir di PUBG Mobile
Senin, 27 Juni 2022 - 15:25 WIB
Salah satu game mobile paling populer, PUBG Mobile, bermitra dengan produsen boneka terkemuka dan...
Peringatan kiamat makin dekat, kembali jadi topik perbincangan
Sabtu, 25 Juni 2022 - 17:11 WIB
Sejumlah agama mempercayai adanya kiamat, yaitu kehancuran alam semesta, mulai Islam, Kristen, Hindu...
Bertumpu pada teknologi untuk bangkit dari pandemi
Sabtu, 25 Juni 2022 - 16:35 WIB
Pandemi virus corona sudah berlangsung selama dua tahun, sudah sejak itu pula Indonesia berusaha ban...
Twitter uji coba fitur Notes, bisa cuit lebih dari 280 karakter
Kamis, 23 Juni 2022 - 08:47 WIB
Media sosial Twitter mengonfirmasi sedang menguji fitur cuitan yang lebih panjang bernama Twitter No...
Integrasi antarmoda tingkatkan minat masyarakat naik transportasi umum
Rabu, 22 Juni 2022 - 22:59 WIB
Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Hadis Surya Palapa mengatakan, integrasi antarmoda d...
InfodariAnda (IdA)