Indonesia ajak ASEAN bersama kelola gambut berkelanjutan
Elshinta
Rabu, 04 Mei 2022 - 18:23 WIB |
Indonesia ajak ASEAN bersama kelola gambut berkelanjutan
Duta Besar RI untuk Republik Korea Gandi Sulistyanto dalam diskusi pengelolaan gambut di Kongres Kehutanan Sedunia ke-15, di Seoul, Republik Korea, Senin (2/5/2022). (Antara/HO/APHI)

Elshinta.com - Indonesia mengajak negara-negara di Asia Tenggara bekerja sama erat dalam pengelolaan gambut berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan ekologi di kawasan tersebut maupun secara global.

Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistyanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu mengatakan gambut tropis di Asia Tenggara memberi banyak manfaat untuk kawasan ini mulai dari menyediakan hasil hutan kayu dan non kayu, cadangan air dan pengendali banjir, hingga manfaat lainnya.

"Gambut di Asia Tenggara juga menyimpan cadangan karbon yang besar dan menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati,” kata Dubes Gandi saat memberi pidato kunci pada sesi diskusi pengelolaan gambut di Kongres Kehutanan Sedunia ke-15, di Seoul, Republik Korea, Senin (2/5) lalu.

Lahan gambut di Asia Tenggara diperkirakan seluas 24 juta hektare. Selain di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darusalam, gambut di Asia Tenggara juga tersebar di area yang kecil di Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos dan Filipina.

Dubes Gandi mengatakan, pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk pengelolaan ekosistem gambut misalnya dengan membangun sistem pemantauan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Ada juga promosi pemanfaatan lahan gambut berkelanjutan yang siap ditingkatkan skala implementasinya di tingkat nasional maupun regional.

Dubes mengatakan meski tidak mudah, namun pemerintah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove serta masyarakat dan pelaku usaha terus berupaya keras untuk memastikan gambut bisa dikelola secara berkelanjutan.

Salah satu inisiatif yang dilakukan pelaku usaha dalam pengelolaan gambut berkelanjutan di Indonesia adalah Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Head of Operations RER Brad Sanders mengungkapkan RER yang didanai oleh April Group berkomitmen untuk merestorasi gambut seluas 150.693 hektare di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau.

"Pada bentang alam dimana RER berlokasi, areal hutan tanaman dikelola secara berkelanjutan untuk melindungi gambut yang direstorasi. Produksi hutan tanaman berkelanjutan juga akan menyediakan pendanaan untuk kegiatan restorasi dalam jangka panjang," katanya.

Aksi restorasi yang sudah dilakukan diantaranya dengan menutup kanal lama sepanjang 146 kilometer, lanjutnya, selain itu juga dilakukan patroli perlindungan yang melibatkan masyarakat setempat.

Kepala Divisi Lingkungan Sekretariat ASEAN Vong Sok mengatakan kerja sama pengelolaan gambut oleh Negara-negara ASEAN terus menguat,misalnya di bidang pencegahan kebakaran hutan dan lahan telah ada kesepakatan untuk pencegahan asap lintas batas (AATHP).

Selain itu juga telah ada dokumen strategi pengelolaan gambut berkelanjutan yang bisa menjadi panduan bagi Negara-negara ASEAN.

Vong Sok menuturkan proyek implementasi pengelolaan gambut berkelanjutan kini sedang diujicobakan di Negara-negara di Delta Mekong yaitu Kamboja, Laos, dan Myanmar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dubes RI akan dalami kasus WNI meninggal di tahanan Malaysia
Kamis, 30 Juni 2022 - 20:41 WIB
Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono akan mendalami kasus belasan WNI yang meninggal dunia di tahana...
Ferdinand Marcos Jr dilantik sebagai presiden Filipina
Kamis, 30 Juni 2022 - 15:47 WIB
Ferdinand Marcos Jr, putra mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos, dilantik sebagai presiden F...
149 WNI meninggal, pemerintah diminta beri perhatian ekstra
Rabu, 29 Juni 2022 - 17:58 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah harus memberikan perhatian ekstra untuk mengungka...
Malaysia keluarkan 335 `surat tilang` larangan merokok
Senin, 27 Juni 2022 - 06:45 WIB
Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia mengeluarkan sebanyak 335 \"surat tilang\" (compound notice) ke...
Kemlu RI: Pembebasan majikan Adelina di Malaysia lukai rasa keadilan
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:45 WIB
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan putusan Mahkamah Persekutuan Malaysia yang menguatkan putusan ...
Krisis Sri Lanka, WNI harus antre berjam-jam dapatkan BBM, gas
Jumat, 24 Juni 2022 - 18:52 WIB
Di Sri Lanka,  masyarakat  termasuk staf KBRI harus antre selama  5 hingga 9 jam untuk mendapatka...
KBRI Kolombo susun rencana darurat bantu WNI di Sri Lanka
Jumat, 24 Juni 2022 - 17:45 WIB
KBRI Kolombo telah menyusun rencana darurat (contingency) guna membantu warga negara Indonesia (WNI...
Junta Myanmar pindahkan sidang Suu Kyi ke penjara
Rabu, 22 Juni 2022 - 17:14 WIB
Tanda ada penjelasan, penguasa militer Myanmar memerintahkan semua proses hukum terhadap pemimpin te...
Malaysia pertama kali laporkan nol kematian akibat COVID-19
Senin, 20 Juni 2022 - 15:06 WIB
Untuk pertama kali sejak 18 Desember 2020 Malaysia melaporkan nol kematian akibat COVID-19 pada Ming...
6 ABK WNI kembali ke tanah air setelah tertahan di perairan Vietnam
Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:05 WIB
Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan Perwakilan RI di Vietnam berhasil memfasilitasi pemulangan...
InfodariAnda (IdA)