Kisah AKP Agus yang jatah cuti mudik Lebaran dicabut
Elshinta
Sabtu, 07 Mei 2022 - 22:43 WIB |
Kisah AKP Agus yang jatah cuti mudik Lebaran dicabut
AKP Agus Christianto membantu mengarahkan pengendara yang tidak bisa melintasi pintu masuk Tol Jatiwaringin karena diberlakukan satu arah arus balik, Sabtu (7/5/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

Elshinta.com - Pada saat sebagian besar masyarakat bisa mudik dan merayakan Idul Fitri 2022 bersama keluarga, jatah cuti mudik Lebaran AKP Agus Christianto dan sejumlah rekannya malah dicabut karena harus bertugas melayani masyarakat dalam Operasi Ketupat.

AKP Agus yang saat ini menjabat sebagai Kanit Patroli Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, telah menjadi polisi selama 32 tahun, dan 3 bulan lagi memasuki masa pensiun.

Saat ditemui di Pos Pantau Operasi Ketupat 2022 dekat pintu masuk Tol Jatiwaringin, Sabtu, AKP Agus sedang berpatroli memantau anggotanya yang bertugas.

Di lokasi tersebut tengah diberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) dari KM 414 Kalikangkung, Semarang sampai KM 47 Cikampek, sehingga kendaraan yang hendak ke arah Karawang, Bandung, melalui Tol Jatiwaringin dialihkan menggunakan jalur arteri arah Cibubur menuju Cianjur.

Di sela-sela patroli, AKP Agus didampingi rekannya Aipda Chandra dan Iptu Aris menceritakan kalau anggota polisi jarang bisa mudik merayakan Lebaran bersama keluarga sehingga bersyukurlah masyarakat sipil yang pada moment ini bisa merasakan mudik Lebaran di kampung halaman.

"Kalaupun bisa cuti itu setelah moment Lebaran selesai, jadi merasakan mudik Lebaran bersama keluarga itu hampir tidak pernah," kata kakek satu orang cucu itu.

Menurut dia, sudah jadi konsekuensi sebagai anggota Polri, terutama yang bertugas di wilayah, setiap Lebaran harus kehilangan hak cuti merasakan Lebaran bersama keluarga. Panggilan tugas lebih penting, di atas segalanya, memastikan masyarakat yang mudik merasakan aman dan lancar merayakan Lebaran.

"Bisa mudik, tapi itu nekat namanya, karena nanti kalau sudah dipanggil oleh atasan ya repot sendiri jadinya," kata dia.

Apalagi AKP Agus menjabat sebagai kanit yang membawahkan 12 orang anggotanya yang kini disebar di 2 Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat di wilayah Kalimalang, harus mengawasi seluruh anggotanya.

Pria yang bercita-cita menjadi hakim ini merasa bertanggung jawab atas kelancaran tugas seluruh anggotanya, memastikan layanan kepada masyarakat berjalan sesuai harapan, aman, dan tertib serta lancar.

"Tugas utama kami adalah menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," ujar pria asal Yogyakarta itu.

Selain memantau anggota yang bertugas di Pos Pam Operasi Ketupat, AKP Agus juga akan melanjutkan patroli ke permukiman warga, mengecek rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh empunya.

Hingga H+4 Lebaran Idul Fitri, kata AKP Agus, belum ada peristiwa menonjol terjadi di wilayahnya, baik itu kebakaran, maupun kemalingan.

"Alhamdulillah, sampai saat ini situasi aman terkendali, belum ada kejadian luar biasa yang terjadi di wilayah kami," kata lulusan Sekolah Bintara Poliri Sukarela angkatan 1987-1988.

AKP Agus juga membagikan rasa bahagianya menjelang berakhirnya masa tugas sebagai anggota Polri. Tiga bulan lagi ia purnabakti.

Menurut dia, setelah pensiun nanti bisa merasakan kebebasan menjadi warga sipil, tidak lagi bersiaga 1x24 jam menunggu panggilan pimpinan.

Ia pun memperlihatkan kartu anggota MRT yang dimilikinya, jika pensiun nanti, ia ingin merasakan jalan-jalan menggunakan transportasi publik sebagai warga sipil.

"Saya punya nih kartu MRT!, nanti kalau sudah pensiun saya bebas mau ke mana saja, enggak khawatir lagi dapat panggilan tugas," katanya.

Dalam bertugas sebagai anggota polisi, AKP Agus telah mengalami asam garam pekerjaan mulai dari berhadapan dengan pelaku kejahatan, hingga masyarakat yang kurang sabar.

Menurut dia, masyarakat menginginkan polisi seperti dewa tanpa salah dan tanpa cela. Padahal polisi juga manusia tempatnya salah dan juga lupa.

Selama bertugas, AKP Agus merasakan bahwa masyarakat kini jauh lebih pintar, bisa membedakan polisi mana yang bisa menilang dan tidak bisa menilang.

"Saya ini anggota Sabhara, masyarakat tahu kalau saya tidak bisa menilang karena yang boleh menilang itu polisi lalu lintas," katanya.

Saat bertugas, AKP Agus menerapkan konsep pasrah dan tawakal sehingga kejadian apa pun yang menimpa saat bertugas, dirinya tidak terbebani dengan apa pun karena percaya ada Allah SWT yang berkehendak atas setiap kegiatannya.

Ketika berhadap dengan pengendara yang memaksa untuk masuk Tol Jatiwaringin yang sedang diberlakukan satu arah, AKP Agus dengan sabar memberikan pemahaman kepada pengendara yang mengaku sebagai pejabat pemerintahan.

Meski kondisi lelah bertugas berjaga di Pos Pam, AKP Agus berupaya memberikan pemahaman kepada pengendara tersebut bahwa aturan pimpinan harus dijalankan tidak boleh ada kendaraan yang melintas masuk tol Jatiwaringin sampai kebijakan dibuka.

"Itulah suka dukanya, kami berusaha memberikan pemahaman, terkadang masyarakat yang kurang sabar," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas Yonif 126/KC laksanakan donor darah di perbatasan RI-PNG
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:55 WIB
Satgas Yonif 126/KC bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jayapura menyelenggarakan donor dara...
Polres Cianjur berlakukan sistem satu arah ke Bogor
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:23 WIB
Polres Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem satu arah menuju Bogor karena ekor antrean terus me...
Tingkatkan kemampuan kebencanaan, Basarnas Jayapura gelar pelatihan
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:48 WIB
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura menggelar pelatihan teknik pertolongan di keting...
Polda Jatim gandeng mahasiswa kedokteran sasar vaksinasi remaja
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:12 WIB
Bid Dokkes Polda Jatim terus melakukan akselerasi vaksinasi. Hal ini disampaikan oleh Kabid Dokkes P...
Airlangga: Fahmi Idris sosok aktivis dan pekerja keras
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:27 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai Fahmi Idris sebagai sosok seorang aktivis da...
Sumbar dongkrak pendapatan daerah dengan turun ke jalan
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:43 WIB
Siang yang terik di Kota Padang, saat sejumlah petugas gabungan Kepolisian, Jasa Raharja dan Pegawai...
Wali Kota Surabaya tekankan pentingnya rekayasa perawatan bangunan
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:31 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya memperkuat perawatan dan pemeliharaan bangunan ...
Menko PMK: Jika jadi endemi penanganan COVID-19 seperti penyakit biasa
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyataka...
Tim SAR temukan nelayan hilang tersambar petir di Kolaka meninggal
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:43 WIB
Tim SAR gabungan menemukan nelayan bernama Suriadi (39) yang dilaporkan hilang pada Jumat (20/5) aki...
Kapal ikan berpenumpang 10 orang tenggelam di perairan Ternate
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:31 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) melakukan pencarian terhadap...
InfodariAnda (IdA)