Kiat bagi orang tua yang terapkan diet vegetarian pada anak
Elshinta
Minggu, 08 Mei 2022 - 17:35 WIB |
Kiat bagi orang tua yang terapkan diet vegetarian pada anak
Ilustrasi anak vegetarian. (Foto oleh Alex Green dari Pexels)

Elshinta.com - Studi baru dari Universitas Toronto yang diterbitkan dalam jurnal "Pediatrics" menyebutkan anak-anak yang menjalankan diet vegetarian memiliki pola pertumbuhan dan ukuran nutrisi yang serupa dengan anak-anak pemakan daging.

Walau demikian, penelitian juga menggarisbawahi anak vegetarian cenderung kekurangan berat badan sehingga para ahli menekankan perlunya perhatian khusus saat merencanakan diet vegetarian pada anak.

Senada, dokter anak di Nationwide Children's Hospital Dr. Amrik Singh Khalsa mengatakan bahwa anak-anak dengan diet vegetarian tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam skor pertumbuhan atau nutrisi.

"Sebagai catatan, perlu ada variasi dalam diet vegetarian dan penting untuk melakukan penelitian pola diet lebih dalam,” katanya kepada Healthline, dikutip Minggu.

Studi tersebut juga mencatat anak-anak yang mengonsumsi susu sapi memiliki kadar kolesterol lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak.

Menurut Dr. Amy Sapola, seorang dokter farmasi dan bergelar sarjana di bidang nutrisi, yang juga perlu digarisbawahi bahwa kolesterol memiliki peran penting untuk membangun sel-sel sehat dan digunakan oleh tubuh untuk memproduksi hormon.

"Namun, jika kadar kolesterol sangat tinggi, ini bisa menjadi tanda familial hypercholesterolemia, yang sangat jarang terjadi, tetapi memerlukan evaluasi lebih lanjut dan pengobatan potensial," tambahnya.

Menurut para ahli, faktor terpenting untuk memberikan nutrisi pada anak adalah variasi. Berikut beberapa saran bagi orang tua menambahkan lebih banyak variasi pola makan vegetarian pada anak.

Cobalah berbagai rasa, tekstur, dan warna
Ketika anak-anak mulai makan makanan padat, Sapola merekomendasikan agar mereka diperkenalkan dengan berbagai sayuran yang berbeda dengan rasa, tekstur, dan warna yang berbeda.

"Pastikan ada variasi dalam makanan, termasuk berbagai warna sayuran, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan telur dari ayam betina yang dibesarkan di padang rumput," katanya.

Untuk membantu perencanaan makan, dia menyarankan agar orang tua dapat memberikan enam variasi rasa dalam makanan seperti manis, asin, asam, pedas, pedas, dan sepet.

Khalsa menambahkan orang tua juga dapat menyuguhkan variasi warna pada makanan mulai dari buah-buahan, sayuran, hingga kacang-kacangan.

"Ini akan membantu anak-anak mendapatkan keseimbangan nutrisi dan zat gizi mikro yang tepat dan mencegah kekurangan zat gizi makro atau mikro," kata Khalsa.

Beri anak kesempatan untuk memilih
Sapola mengatakan perlunya orang tua untuk membiarkan anak-anak memilih jenis dan jumlah makanan yang tersaji di dalam piring.

"Ini bisa menjadi tantangan bagi orang tua, tetapi bisa menjadi cara untuk menata ulang makan malam, menyajikan bahan-bahan secara terpisah dan membiarkan anak-anak menyusun makanan ke dalam piring mereka sendiri," tambahnya.

Tingkatkan nutrisi dengan makanan segar
"Beli dan siapkan makanan segar untuk menjaga kandungan nutrisinya," kata Sapola.

Hal tersebut juga berarti agar orang tua menghindari sayuran yang terlalu matang ketika menumis, memanggang, atau mengukus.

Ia menambahkan orang tua juga dapat mencoba menambahkan minyak zaitun ke sayuran untuk membantu meningkatkan penyerapan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perpibi: Kenali waktu yang tepat untuk melakukan pemijatan terhadap bayi   
Minggu, 19 Juni 2022 - 16:34 WIB
Melakukan pemijatan terhadap bayi dinilai memiliki arti penting diantaranya untuk meningkatkan nafsu...
Metode `read aloud` dapat tingkatkan minat baca anak
Minggu, 12 Juni 2022 - 16:09 WIB
Metode membaca nyaring atau read aloud menjadi salah satu metode yang dapat diterapkan untuk menum...
Cegah `stunting` dengan konsumsi makanan tambahan bergizi
Sabtu, 04 Juni 2022 - 09:47 WIB
Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan mengatakan pencegahan s...
Penjelasan ahli tentang tahap tumbuhkembang sikap empati pada anak
Jumat, 03 Juni 2022 - 00:09 WIB
Menanamkan sikap tolong menolong dan berempati kepada anak merupakan hal yang penting. Namun ternyat...
Mensos: Lansia tunggal terbanyak ditemukan di Tasikmalaya
Minggu, 29 Mei 2022 - 12:33 WIB
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini mengatakan populasi kaum lanjut usia (lansia) tunggal di Kabupaten...
Lima cara sederhana sampaikan kasih sayang kepada orang tua
Minggu, 29 Mei 2022 - 12:11 WIB
Rasanya, tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Hal ini terbukti pada cinta dan kasih sa...
Disdukcapil Kota Pekalongan ingatkan pentingnya KIA
Rabu, 25 Mei 2022 - 23:35 WIB
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan pelayanan dan s...
Kata Kak Seto tentang `homeschooling` saat ini
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:07 WIB
Psikolog dari Universitas Indonesia Seto Mulyadi mengatakan, pembelajaran dengan metode homeschooli...
Tujuh kecamatan di Sukoharjo sudah punya sanggar inklusi
Rabu, 18 Mei 2022 - 10:14 WIB
Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menambah jumlah sanggar inklusi untuk peningkatan layanan Anak...
`Online game`, baik atau buruk untuk remaja?
Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:57 WIB
Psikolog klinis Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Nanda Rossalia, M.Psi berpendapat setidaknya ada...
InfodariAnda (IdA)