Sosial media KBRI Kuala Lumpur dipalsukan
Elshinta
Selasa, 10 Mei 2022 - 23:19 WIB |
Sosial media KBRI Kuala Lumpur dipalsukan
Pemalsuan akun FB KBRI Kuala Lumpur. ANTARA Foto/Ho-KBRI

Elshinta.com - Sejumlah oknum memalsukan sosial media Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan memasang tulisan KBRI Kuala Lumpur pada grup-grup yang dibuatnya sedangkan perwakilan RI di Malaysia tersebut sudah memiliki sosial media sendiri.

"Akun-akun tersebut bukan punya Kedutaan Besar RI. Di akun tersebut banyak informasi yang menyesatkan dan percaloan. Ini melanggar aturan karena memakai lambang negara," ujar Dubes RI di Kuala Lumpur Hermono di Kuala Lumpur, Selasa.

Akun yang ditunjukkan Hermono tersebut bertuliskan KBRI Untuk Malaysia yang merupakan private group facebook dengan anggota 5,3 ribu orang. Akun tersebut menggunakan latar bendera merah putih dengan gambar Garuda bertuliskan KBRI.

Hermono mengatakan masyarakat perlu di-edukasi jangan sampai mempercayai postingan akun abal-abal atau palsu.

"Ikuti akun resmi KBRI atau ormas-ormas yang bisa dipercayai," katanya.

Hermono meminta masyarakat yang menemukan akun-akun palsu yang mengatasnamakan KBRI agar melaporkan kepada dirinya.

"Saya akan meminta untuk menggantinya atau saya minta ditutup," katanya.

Dia mengatakan akun FB palsu tersebut tidak mendidik dan mencelakakan bahkan mungkin mendapat bagian dari calo.

Sementara itu Presidium Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia di Malaysia (AOMI) Lukmanul Hakim mengatakan berdasarkan penelusurannya terdapat delapan grup yang mengatasnamakan KBRI.

"Kita bisa melaporkan ke FB masuk dalam kategori duplikasi 'real account KBRI Kuala Lumpur'," katanya.

Ketua SBMI Malaysia Ridwan Ismail mengatakan dari dulu akun tersebut sering mengatasnamakan KBRI untuk kepentingan pribadi dan tidak mustahil merupakan penipuan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dubes RI akan dalami kasus WNI meninggal di tahanan Malaysia
Kamis, 30 Juni 2022 - 20:41 WIB
Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono akan mendalami kasus belasan WNI yang meninggal dunia di tahana...
Ferdinand Marcos Jr dilantik sebagai presiden Filipina
Kamis, 30 Juni 2022 - 15:47 WIB
Ferdinand Marcos Jr, putra mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos, dilantik sebagai presiden F...
149 WNI meninggal, pemerintah diminta beri perhatian ekstra
Rabu, 29 Juni 2022 - 17:58 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah harus memberikan perhatian ekstra untuk mengungka...
Malaysia keluarkan 335 `surat tilang` larangan merokok
Senin, 27 Juni 2022 - 06:45 WIB
Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia mengeluarkan sebanyak 335 \"surat tilang\" (compound notice) ke...
Kemlu RI: Pembebasan majikan Adelina di Malaysia lukai rasa keadilan
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:45 WIB
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan putusan Mahkamah Persekutuan Malaysia yang menguatkan putusan ...
Krisis Sri Lanka, WNI harus antre berjam-jam dapatkan BBM, gas
Jumat, 24 Juni 2022 - 18:52 WIB
Di Sri Lanka,  masyarakat  termasuk staf KBRI harus antre selama  5 hingga 9 jam untuk mendapatka...
KBRI Kolombo susun rencana darurat bantu WNI di Sri Lanka
Jumat, 24 Juni 2022 - 17:45 WIB
KBRI Kolombo telah menyusun rencana darurat (contingency) guna membantu warga negara Indonesia (WNI...
Junta Myanmar pindahkan sidang Suu Kyi ke penjara
Rabu, 22 Juni 2022 - 17:14 WIB
Tanda ada penjelasan, penguasa militer Myanmar memerintahkan semua proses hukum terhadap pemimpin te...
Malaysia pertama kali laporkan nol kematian akibat COVID-19
Senin, 20 Juni 2022 - 15:06 WIB
Untuk pertama kali sejak 18 Desember 2020 Malaysia melaporkan nol kematian akibat COVID-19 pada Ming...
6 ABK WNI kembali ke tanah air setelah tertahan di perairan Vietnam
Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:05 WIB
Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan Perwakilan RI di Vietnam berhasil memfasilitasi pemulangan...
InfodariAnda (IdA)