Polisi buru pelaku penipuan Rp1,7 miliar di Kota Malang
Elshinta
Kamis, 12 Mei 2022 - 21:45 WIB |
Polisi buru pelaku penipuan Rp1,7 miliar di Kota Malang
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga (tengah) pada saat menunjukkan gambar Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penipuan yang merugikan korban hingga Rp1,7 miliar dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (12/5/2022). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Elshinta.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota memburu pelaku penipuan bernama Soedarsono (57) alias Mboen warga Kota Malang, Jawa Timur, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian mencapai Rp1,7 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga di Kota Malang, Kamis, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah memasukkan Soedarsono dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penipuan tersebut.

"Pelaku merupakan seorang manajer pengurus Koperasi Serba Usaha 'Lumbung Artho'. Perbuatan pelaku merugikan korban senilai Rp1,7 miliar," kata Bayu.

Bayu menjelaskan pelaku yang merupakan seorang manajer pada koperasi tersebut, kepada korban mengaku sebagai pimpinan dari tempat dia bekerja itu. Pelaku kemudian memberikan janji keuntungan kepada korban jika berinvestasi pada koperasi tersebut.

Korban yang kemudian tergiur janji tersebut, lanjutnya, menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku. Namun, uang tersebut tidak dikelola dan dimasukkan dalam rekening koperasi, melainkan ke rekening tersangka.

"Uangnya masuk ke rekening tersangka dan dipergunakan untuk membeli aset atas nama tersangka," ujarnya.

Hingga saat ini, tercatat baru satu orang korban yang melaporkan kasus penipuan tersebut kepada Polresta Malang Kota. Sebelum menetapkan tersangka itu sebagai DPO, pihak kepolisian telah melakukan pemanggilan kepada pelaku sebanyak dua kali.

Pelaku yang beralamat di Jalan Pahlawan Trip Taman Ijen B16-C Kota Malang tersebut, tidak memenuhi panggilan penyidik Polresta Malang Kota. Hingga saat ini, polisi masih mencari keberadaan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

"Kami sudah tetapkan sebagai tersangka. Sudah dua kali dipanggil, namun tidak hadir karena alasan yang tidak jelas," katanya.

Saat ini, pihak kepolisian juga masih berupaya menelusuri adanya sejumlah aset yang dimiliki tersangka dan berkaitan dengan kasus penipuan yang merugikan korban sebilai Rp1,7 miliar tersebut.

Pelaku dikenakan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolres Kupang selesaikan polemik pembangunan bendungan Manikin
Minggu, 26 Juni 2022 - 09:31 WIB
Kapolres Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur, AKBP FX Irwan Arianto menjadi penengah dalam menyelesaik...
Polresta Bogor Kota koordinasi Polres Metro Jaksel soal Elvis Cafe
Minggu, 26 Juni 2022 - 08:45 WIB
Kepala Polresta Bogor Kota, Komisaris Besar Polisi Susatyo P Condro, menyatakan, sejak isu promosi m...
Jaksa Agung bakal umumkan tersangka baru kasus korupsi Garuda
Minggu, 26 Juni 2022 - 08:01 WIB
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin bakal mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengada...
Kapolres: Sopir mengantuk sebabkan bus masuk jurang di Tasikmalaya
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:31 WIB
Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan menyatakan bahwa sopir mengaku menga...
Komisi III: Usut tuntas promosi miras gunakan nama Muhammad dan Maria
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:45 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta polisi mengusut tuntas kasus promosi mi...
Polri kenakan wajib lapor 2 tersangka Indosurya cegah melarikan diri
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:01 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mewajibkan dua ters...
Promosi makanan-minuman beridentitas yang membuat resah
Sabtu, 25 Juni 2022 - 11:59 WIB
Jika pada masa pemilihan kepala daerah Provinsi DKI Jakarta, warga resah soal politik identitas maka...
Polisi Indragiri Hilir temukan warga meninggal diserang buaya
Sabtu, 25 Juni 2022 - 07:01 WIB
Aparat Kepolisian Sektor Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dibantu warga sete...
Surat dari anggota DPRD Bandung isi \'titipkan\' siswa ke Disdik beredar
Jumat, 24 Juni 2022 - 23:53 WIB
Surat berasal dari DPRD Kota Bandung yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat bere...
Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin segera disidang terkait kasus suap
Jumat, 24 Juni 2022 - 23:05 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan empat tersangka kasus dugaan suap pe...
InfodariAnda (IdA)