Polda Jateng konsisten asuh puluhan pelajar dan mahasiswa asli Papua
Sebanyak 66 putra-putri asli Papua resmi diangkat sebagai anak asung oleh Polda Jateng pada awal April 2021 lalu. Genap setahun berlangsung, Polda Jateng berupaya konsisten untuk menjalin silaturahmi dan kedekatan dengan puluhan mahasiswa tersebut.

Elshinta.com - Sebanyak 66 putra-putri asli Papua resmi diangkat sebagai anak asung oleh Polda Jateng pada awal April 2021 lalu. Genap setahun berlangsung, Polda Jateng berupaya konsisten untuk menjalin silaturahmi dan kedekatan dengan puluhan mahasiswa tersebut.
Di lingkup Polda Jateng, seluruh pejabat mulai Kapolda dan pejabat mempunyai keluarga asuh mahasiswa dan pelajar asli Papua
Tak ketinggalan, para kapolres juga rajin bersilaturahmi dan mengangkat anak asuh orang asli Papua yang menjalani studi di wilayah kerja mereka.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan hingga saat ini silaturahmi antar orang tua asuh dengan mahasiswa serta pelajar asli Papua tetap terjalin akrab. Hubungan keluarga asuh ini tampak lebih dekat ketika para mahasiswa dan pelajar itu mengungkapkan kesulitan mereka dalam menempuh studi maupun kehidupan sehari-hari.
"Mereka sudah menganggap kita sebagai bagian dari keluarga mereka di rantau. Sebaliknya kita juga berempati dan berupaya agar mereka tetap semangat dan nyaman belajar di Semarang maupun kota lain di Jawa Tengah," ungkap Kabidhumas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (12/5).
Keberlangsungan program ini, kata Iqbal, selalu ditekankan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi. Sebagai penginisiasi kegiatan, Kapolda ingin para pelajar dan mahasiswa itu nyaman dan kerasan belajar di rantau.
"Harapan kita, para keluarga yang ditinggal di Papua tidak menaruh rasa khawatir. Ini lho, anak-anak mereka juga sudah punya keluarga di Jawa Tengah. Jadi tidak perlu khawatir, jika ada kesulitan bisa hubungi kami atau langsung kontak dengan anak-anak mereka," katanya.
Menurut Iqbal, gagasan awal program anak asuh pada pelajar dan mahasiswa orang asli Papua berawal dari keinginan Kapolda Jateng untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah adalah tempat yang aman dan nyaman untuk belajar.
"Kita ingin keluarga yang melepas anaknya studi di Jawa tidak was-was. Memang ada perbedaan budaya, dan itu bisa menimbulkan sedikit permasalahan. Maka dari itu kami siap dicurhati dan memfasilitasi kepentingan adik-adik tersebut agar nyaman studi disini," kata Iqbal yang mempunyai anak asuh bernama Lenora Elizabeth itu.
Lebih lanjut, kata dia, Polda Jateng ingin menjamin keamanan mahasiswa dan pelajar Papua dalam proses belajar mengajar di Jawa Tengah.
"Kami juga siap berdiskusi tentang hambatan serta harapan mereka saat studi di Jateng. Kami ingin mereka bisa aktif berinteraksi dan nyaman tinggal di Jateng sehingga akhirnya mereka bisa turut andil secara aktif dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman di Jateng," tambahnya.