Dua petinggi Twitter akan hengkang dari perusahaan
Elshinta
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:19 WIB |
Dua petinggi Twitter akan hengkang dari perusahaan
Cetakan tiga dimensi logo Twitter terlihat dalam gambar ini sebagai ilustrasi yang dibuat pada 28 April 2022. (Reuters/Dado Ruvic/Illustration).

Elshinta.com - Chief Executive Officer Twitter Parag Agrawal mengatakan dalam sebuah memo kepada karyawan bahwa dua petinggi senior dari divisi konsumen dan pendapatan akan meninggalkan perusahaan.

Mengutip Reuters pada Jumat, Agrawal mengatakan bahwa Twitter juga akan menghentikan sebagian besar perekrutan dan meninjau ulang semua lowongan pekerjaan yang ada.

Keputusan itu diambil salah satunya karena Twitter tidak dapat mencapai target pertumbuhan pengguna dan pendapatan yang telah ditetapkan pada tahun 2020.

"Kami harus terus berhati-hati dengan tim, perekrutan, dan biaya kami," tulis Agrawal dalam memo tersebut.

Diketahui, perusahaan menargetkan 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp109,6 triliun dalam pendapatan tahunan dan 315 juta pengguna harian pada akhir 2023. Akan tetapi, target tersebut ditarik kembali dalam laporan pendapatan baru-baru ini.

Pemimpin divisi konsumen Kayvon Beykpour dan pengawas pendapatan Bruce Falck mengatakan bahwa hengkangnya mereka dari perusahaan bukan keputusan mereka sendiri.

"Parag meminta saya untuk pergi setelah memberi tahu saya bahwa dia ingin membawa tim ke arah yang berbeda," cuit Beykpour dalam akun Twitternya, kemudian menambahkan bahwa saat ini dia sedang cuti melahirkan.

"Saya akan mengklarifikasi bahwa saya juga dipecat," kata Falck, yang tak lama kemudian menghapus cuitannya itu.

Agrawal mengatakan, Jay Sullivan yang memimpin unit konsumen selama Beykpour cuti akan menjadi kepala divisi tetap. Dia juga akan mengawasi tim pendapatan sampai pemimpin baru ditunjuk.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Google bermasalah di Eropa soal privasi data
Kamis, 30 Juni 2022 - 14:36 WIB
Lembaga perlindungan konsumen di Prancis melayangkan protes kepada Google soal praktik pengumpulan d...
Lima tips agar keuangan Anda tetap sehat
Kamis, 30 Juni 2022 - 00:11 WIB
Perekonomian Indonesia di tahun 2022 diprediksi akan membaik seiring dengan meningkatnya konsumsi m...
Otak gurita punya kesamaan dengan manusia
Rabu, 29 Juni 2022 - 19:08 WIB
Studi menunjukkan bahwa dua spesies gurita yakni gurita biasa octopus vulgaris dan octopus bimaco...
Karakter Teddy Bear kini hadir di PUBG Mobile
Senin, 27 Juni 2022 - 15:25 WIB
Salah satu game mobile paling populer, PUBG Mobile, bermitra dengan produsen boneka terkemuka dan...
Peringatan kiamat makin dekat, kembali jadi topik perbincangan
Sabtu, 25 Juni 2022 - 17:11 WIB
Sejumlah agama mempercayai adanya kiamat, yaitu kehancuran alam semesta, mulai Islam, Kristen, Hindu...
Bertumpu pada teknologi untuk bangkit dari pandemi
Sabtu, 25 Juni 2022 - 16:35 WIB
Pandemi virus corona sudah berlangsung selama dua tahun, sudah sejak itu pula Indonesia berusaha ban...
Twitter uji coba fitur Notes, bisa cuit lebih dari 280 karakter
Kamis, 23 Juni 2022 - 08:47 WIB
Media sosial Twitter mengonfirmasi sedang menguji fitur cuitan yang lebih panjang bernama Twitter No...
Integrasi antarmoda tingkatkan minat masyarakat naik transportasi umum
Rabu, 22 Juni 2022 - 22:59 WIB
Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Hadis Surya Palapa mengatakan, integrasi antarmoda d...
Telegram Premium resmi meluncur dengan ragam fitur eksklusif
Rabu, 22 Juni 2022 - 08:59 WIB
Aplikasi perpesanan Telegram resmi meluncurkan fitur Telegram Premium pada 19 Juni 2022, yang memung...
TikTok pindahkan data penggunanya di AS ke penyimpanan Oracle
Senin, 20 Juni 2022 - 10:47 WIB
TikTok mengumumkan telah memindahkan informasi para penggunanya di Amerika Serikat (AS) ke server pe...
InfodariAnda (IdA)