KPK: Wali Kota Ambon sempat jalan-jalan di mal meski mengaku sakit
Elshinta
Sabtu, 14 Mei 2022 - 06:31 WIB |
KPK: Wali Kota Ambon sempat jalan-jalan di mal meski mengaku sakit
Tersangka Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022). ANTARA/Benardy Ferdiansyah. (ANTARA/8O/14.00 WIB

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sempat jalan-jalan di mal, meskipun mengaku tengah menjalani perawatan medis.

"Beberapa hari sebelum kami melakukan penjemputan, tim kami juga sudah melakukan pengawasan dan kebetulan bersangkutan ada di Jakarta," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, tim penyidik KPK menjemput paksa Richard di salah satu rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Barat, Jumat. Richard mengaku sedang menjalani perawatan medis.

"Pada saat dalam pengawasan kemarin itu hanya cabut jahitan dan suntik antibiotik. Kemudian masih sempat jalan-jalan di mal, artinya ini dalam keadaan sehat," ungkap Karyoto.

Selain itu, kata dia, KPK juga berkonsultasi dengan dokter untuk menanyakan dan juga memastikan kondisi kesehatan Richard.

"Kami pesan kepada penyidik coba ditanyakan kepada tim dokter menanyakan sejauh mana tingkat sakitnya itu," ujar Karyoto.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemanggilan Richard pada Jumat ini adalah yang kedua kalinya dalam kapasitas sebagai tersangka.

"Awalnya memang ini adalah panggilan kedua sebagai tersangka dan yang bersangkutan melalui pengacaranya membuat permohonan untuk ditunda dengan alasan sakit. Sakit dalam istilah perundang-undangan adalah alasan yang patut dan wajar. Namun, kalau keadaan sakit ini hanya dijadikan alasan bisa menjadi hal-hal yang merugikan yang bersangkutan," katanya pula.

Sebelumnya, Richard membantah tidak kooperatif untuk hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK

"Tidak, tidak, saya operasi kaki nih ya (sembari menunjuk kaki yang diperban)," kata Richard saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Selain Richard, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu staf tata usaha pimpinan pada Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa (AEH) dan Amri (AR) dari pihak swasta/karyawan Alfamidi (AM) Kota Ambon.

Atas perbuatannya, tersangka Amri selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan tersangka Richard dan Andrew sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kejari Siak eksekusi Ketua Komnas PA Riau terkait kasus pencemaran nama baik 
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:57 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak melaksanakan eksekusi Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Riau, Dewi ...
22 Mei 2019 : Jakarta membara
Minggu, 22 Mei 2022 - 06:00 WIB
Hari ini 3 tahun yang lalu terjadi kerusuhan di sekitar Sarinah, Jakarta Pusat implikasi dari kalang...
Polres Bener Meriah tangkap delapan terduga pemerkosa dua remaja
Sabtu, 21 Mei 2022 - 23:05 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah, Polda Aceh menangkap delapan terduga pemerkosaan dua remaja ...
Kajatisu: Jadikan momentum Harkitnas untuk menjaga kebersamaan dan keberagaman
Sabtu, 21 Mei 2022 - 18:56 WIB
Kajatisu Idianto, SH, MH jadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang 114 di hal...
Kejatisu kembali hentikan 3 perkara penganiayaan dengan restorative justice
Sabtu, 21 Mei 2022 - 18:13 WIB
Kejatisu kembali mengusulkan 3 perkara tindak pidana umum untuk dihentikan penuntutannya dengan mene...
Kabulkan Prapid Anthony, Hakim: Penetapan tersangka tidak sah 
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:45 WIB
Hakim tunggal Philip Mark Soentpiet mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Antho...
Korupsi Dana Bos, mantan Kepala SMAN8 Medan dituntut 7,6 tahun penjara
Sabtu, 21 Mei 2022 - 13:48 WIB
Mantan Kepala SMAN8 Medan Jonggor Rantau Panjaitan dituntut selama 7 tahun dan 6 bulan penjara yang ...
Kapolri perintahkan jajaran jaga stabilitas minyak goreng
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:45 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada jajarannya untuk menyiapkan langkah-...
Kejari Singkawang tahan tersangkan korupsi Bantuan Pangan Nontunai
Jumat, 20 Mei 2022 - 21:23 WIB
Kejaksaan Negeri Singkawang, Kalimantan Barat, menahan pria berinisial EP yang disangka sebagai pel...
Eksekutor dijanjikan Rp200 juta eksekusi petugas Dishub Makassar
Jumat, 20 Mei 2022 - 20:49 WIB
Rekonstruksi kasus penembakan Najamuddin Sewang, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, t...
InfodariAnda (IdA)