Pemerintah gerak cepat cegah penyebaran PMK di Jawa Tengah
Elshinta
Sabtu, 14 Mei 2022 - 12:41 WIB |
Pemerintah gerak cepat cegah penyebaran PMK di Jawa Tengah
Foto udara dokter hewan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang memeriksa kesehatan ternak sapi saat pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Pasar Hewan Pon Ambarawa, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/5/2022). ANTARA FOTO/ Aji Styawan/foc.

Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian gerak cepat berupaya mengendalikan dan mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan di Jawa Tengah agar tidak semakin meluas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu, menegaskan perlunya langkah cepat dan sinergi antara pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, dengan meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat pemulihan ternak yang teridentifikasi positif PMK.

"Wabah PMK itu ada dan kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Hari ini semua mengatakan seperti itu. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan itu menentukan hasil," kata Syahrul.

Syahrul menjelaskan ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, kata Mentan, semua pihak bersikap tenang karena pemerintah sudah terjun ke lapangan untuk bekerja optimal dan hasil penanganan PMK yang semakin membaik.

"Kedua, perbaiki data. Ini saatnya kita benahi dan faktualisasi data, termasuk berapa jumlah populasi, jumlah yang terkena PMK dan lainnya. Data itu yang objektif dan normatif," kata Menteri Pertanian.

Ketiga, lanjut Syahrul, pemerintah telah membentuk gugus tugas nasional dan harus ditindaklanjuti secara serius dengan membentuk gugus tugas provinsi dan kabupaten.

Dari gugus tugas tersebut nantinya akan dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang didukung Polri, TNI dan Kejaksaan, lanjutnya, adalah untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

"Gugus tugas ini berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi. Oleh karena itu termasuk pengendalian satgas harus siap, sehingga tidak ada informasi yang bias terkait kebenaran ternak yang terkena dan mati karena PMK," kata Mentan.

Selanjutnya pemerintah juga membuat empat agenda yaitu agenda darurat, yakni lockdown atau menutup daerah migrasi ternak, agenda temporer adalah vaksinasi dan penyembuhan, dan pemulihan yaitu ternak yang mati diganti dan ditambahkan.

"Yang terpenting juga dilakukan yaitu sosialisasi terkait PMK itu tidak berbahaya pada manusia. Kemudian daging yang terkena PMK aman asalkan dimasak sampe matang," katanya.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan obat hewan, desinfektan dan alat pelindung diri (APD), serta telah membentuk gugus tugas nasional penanganan PMK.

Saat ini Kementerian Pertanian menetapkan dua provinsi yang ditetapkan sebagai wabah PMK pada hewan, yakni Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Aceh. Pemerintah berupaya mengendalikan dan mencegah penyebaran PMK agar tidak meluas dan tidak terjadi wabah di daerah lainnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas Yonif 126/KC laksanakan donor darah di perbatasan RI-PNG
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:55 WIB
Satgas Yonif 126/KC bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jayapura menyelenggarakan donor dara...
Polres Cianjur berlakukan sistem satu arah ke Bogor
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:23 WIB
Polres Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem satu arah menuju Bogor karena ekor antrean terus me...
Tingkatkan kemampuan kebencanaan, Basarnas Jayapura gelar pelatihan
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:48 WIB
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura menggelar pelatihan teknik pertolongan di keting...
Polda Jatim gandeng mahasiswa kedokteran sasar vaksinasi remaja
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:12 WIB
Bid Dokkes Polda Jatim terus melakukan akselerasi vaksinasi. Hal ini disampaikan oleh Kabid Dokkes P...
Airlangga: Fahmi Idris sosok aktivis dan pekerja keras
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:27 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai Fahmi Idris sebagai sosok seorang aktivis da...
Sumbar dongkrak pendapatan daerah dengan turun ke jalan
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:43 WIB
Siang yang terik di Kota Padang, saat sejumlah petugas gabungan Kepolisian, Jasa Raharja dan Pegawai...
Wali Kota Surabaya tekankan pentingnya rekayasa perawatan bangunan
Minggu, 22 Mei 2022 - 13:31 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya memperkuat perawatan dan pemeliharaan bangunan ...
Menko PMK: Jika jadi endemi penanganan COVID-19 seperti penyakit biasa
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyataka...
Tim SAR temukan nelayan hilang tersambar petir di Kolaka meninggal
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:43 WIB
Tim SAR gabungan menemukan nelayan bernama Suriadi (39) yang dilaporkan hilang pada Jumat (20/5) aki...
Kapal ikan berpenumpang 10 orang tenggelam di perairan Ternate
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:31 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) melakukan pencarian terhadap...
InfodariAnda (IdA)