ASEAN-Tiongkok perkuat kerja sama pencegahan penyakit zoonotik
Elshinta
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:45 WIB |
ASEAN-Tiongkok perkuat kerja sama pencegahan penyakit zoonotik
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers usai memimpin Pertemuan ke-15 Menteri Kesehatan se-ASEAN di Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).

Elshinta.com - Menteri Kesehatan se-ASEAN memperkuat hubungan kerja sama dengan Tiongkok dalam upaya pencegahan penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonotik) lewat pendekatan One Health.

"Indonesia menegaskan komitmen kami untuk mempromosikan pendekatan One Health dalam kerja sama ASEAN dan Tiongkok di bidang kesehatan," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat memimpin Pertemuan ke-8 Menteri Kesehatan se-ASEAN dengan delegasi khusus Tiongkok di Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5).

Budi yang juga menjabat sebagai Ketua Menteri Kesehatan se-ASEAN mengatakan Pertemuan ke-15 Menteri Kesehatan se-ASEAN (the 15th ASEAN Health Ministers Meeting/AHMM) di Nusa Dua Bali menandai upaya berkelanjutan ASEAN-Tiongkok untuk mengembangkan kolaborasi, menetapkan rekomendasi dalam pernyataan bersama untuk memperkuat pendekatan One Health melalui berbagi pengalaman dan pembelajaran.

One Health merupakan upaya pendekatan kolaborasi antarnegara untuk mencapai kesehatan optimal bagi manusia, hewan dan lingkungan.

Budi mengatakan manusia, hewan, dan lingkungan memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Sayangnya, manusia menempatkan kepentingan mereka di atas makhluk hidup lainnya dan mengeksploitasi.

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan ekologi yang tak terhitung banyaknya yang menyebabkan munculnya penyakit zoonotik yang mengancam kehidupan manusia.

Selama 19 tahun, kata Budi, ASEAN dan Tiongkok menghadapi beberapa wabah yang disebabkan oleh penyakit zoonotik, seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dan flu burung (H5N1) pada 2003, serta SARS-CoV-2 pada 2019.

"Daftarnya tidak akan berhenti di situ. Akan ada wabah berikutnya yang berpotensi menyebabkan pandemi," katanya.

Budi mengusulkan sejumlah upaya intervensi, di antaranya memperkuat kapasitas dan kapabilitas hingga ke daerah dengan mengoptimalkan platform berbagi informasi yang ada di ASEAN, seperti Jaringan Pusat Operasi Darurat ASEAN, dikombinasikan dengan komitmen untuk berbagi data secara terbuka melalui GISAID Platform.

"Optimalisasi harus melibatkan data besar, kecerdasan buatan, dan internet untuk memungkinkan pengawasan global terintegrasi secara real time terhadap penyakit manusia, hewan, dan tumbuhan," katanya.

Selain itu, Budi mendorong ASEAN-Tiongkok untuk mengembangkan pusat dan jaringan penelitian regional. "Saya percaya pada kekuatan investasi, dan investasi dalam penelitian dan pengembangan akan menghasilkan pengembalian terbesar bagi kemampuan kawasan di masa depan untuk merespons pandemi," ujarnya.

Seperti yang telah dipelajari selama pandemi COVID-19, kata Budi, data genom global yang dipelajari oleh para peneliti telah memungkinkan penemuan dan pengembangan vaksin yang cepat serta menyelamatkan nyawa manusia.

Budi mengatakan pendekatan One Health juga perlu didukung kemampuan manufaktur lokal untuk tindakan pencegahan medis di negara-negara anggota ASEAN dengan memanfaatkan keahlian dan pengetahuan Tiongkok.

"Mengambil pelajaran dari pandemi, kita dapat dengan cepat merespons melalui kerja sama business-to-business dan multilateral maupun regional. Dengan memiliki manufaktur lokal, masing-masing negara anggota ASEAN akan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang lebih kuat ketika pandemi lain melanda," katanya.

Hal terpenting, kata Budi, adalah tindakan mengamankan pasokan vaksin, terapi, dan alat diagnostik yang memadai.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Malaysia keluarkan 335 `surat tilang` larangan merokok
Senin, 27 Juni 2022 - 06:45 WIB
Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia mengeluarkan sebanyak 335 \"surat tilang\" (compound notice) ke...
Kemlu RI: Pembebasan majikan Adelina di Malaysia lukai rasa keadilan
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:45 WIB
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan putusan Mahkamah Persekutuan Malaysia yang menguatkan putusan ...
Krisis Sri Lanka, WNI harus antre berjam-jam dapatkan BBM, gas
Jumat, 24 Juni 2022 - 18:52 WIB
Di Sri Lanka,  masyarakat  termasuk staf KBRI harus antre selama  5 hingga 9 jam untuk mendapatka...
KBRI Kolombo susun rencana darurat bantu WNI di Sri Lanka
Jumat, 24 Juni 2022 - 17:45 WIB
KBRI Kolombo telah menyusun rencana darurat (contingency) guna membantu warga negara Indonesia (WNI...
Junta Myanmar pindahkan sidang Suu Kyi ke penjara
Rabu, 22 Juni 2022 - 17:14 WIB
Tanda ada penjelasan, penguasa militer Myanmar memerintahkan semua proses hukum terhadap pemimpin te...
Malaysia pertama kali laporkan nol kematian akibat COVID-19
Senin, 20 Juni 2022 - 15:06 WIB
Untuk pertama kali sejak 18 Desember 2020 Malaysia melaporkan nol kematian akibat COVID-19 pada Ming...
6 ABK WNI kembali ke tanah air setelah tertahan di perairan Vietnam
Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:05 WIB
Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan Perwakilan RI di Vietnam berhasil memfasilitasi pemulangan...
Thailand semakin dekat izinkan pernikahan sesama jenis
Kamis, 16 Juni 2022 - 07:59 WIB
Thailand bergerak selangkah lebih dekat untuk menjadi negara kedua di Asia yang melegalkan pernikaha...
PMI asal Aceh butuh bantuan pemulangan dari Malaysia
Senin, 13 Juni 2022 - 07:01 WIB
Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Aceh Tamiang, Mauri membutuhkan uluran tangan...
Thailand legalkan penanaman dan konsumsi ganja
Kamis, 09 Juni 2022 - 19:45 WIB
Thailand pada Kamis melegalkan penanaman ganja dan mengonsumsinya dalam minuman dan makanan, tetapi ...
InfodariAnda (IdA)