Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Elshinta
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:19 WIB |
Warga Pebayuran Bekasi minta tutup TPS ilegal
Kondisi aktivitas pembuangan sampah ilegal di Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/5/2022). (FOTO ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Elshinta.com - Warga Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah segera menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang beroperasi di sekitar lingkungan permukiman mereka karena berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Salah seorang warga yang masuk dalam Kecamatan Pebayuran itu, Asfullah (38) di Bekasi, Jawa Barat mengatakan semula lokasi itu merupakan areal persawahan yang diapit permukiman warga sebelum dijadikan tempat pembuangan sampah seperti saat ini.

"Saya tahu pas awal digarap, dibabat padinya. Saya kira mau dibuat pabrik, tahu-tahunya malah jadi TPS," katanya.

Dia mengatakan warga sudah kerap mengadukan persoalan ini kepada aparatur desa setempat namun keluhan mereka tidak diindahkan sehingga mengakibatkan volume sampah kian menumpuk.

"Sering mengadu ke desa tapi tidak ada respon. Kami maunya lokasi ini ditutup permanen," katanya.

Warga lain Rina (49) mengatakan TPS ilegal ini sudah beroperasi selama lima tahun lebih tanpa ada pemberitahuan resmi maupun izin dari warga sekitar.

"Kami tidak diberitahu pengelola ketika TPS pertama kali didirikan. Tidak ada sosialisasi bahkan izin begitu ke warga, tidak ada," katanya.

Rina mengaku keberadaan TPS ilegal ini berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga sekitar. Air yang dihasilkan dari limbah sampah itu mencemari lingkungan hingga menyebabkan puluhan hektare lahan persawahan gagal panen.

"Kalau hujan, airnya mengalir ke sawah-sawah kami karena lokasinya memang di sebelah persawahan. Jadi pada gagal panen. Air lindi itu juga meresap hingga menyebabkan kualitas air tanah warga menjadi buruk, warnanya menghitam dan kulit jadi gatal-gatal," katanya.

Kemudian polusi udara dari bau tidak sedap yang selalu muncul dari TPS tersebut. Dirinya khawatir kesehatan masyarakat terganggu akibat pencemaran ini.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dapat segera menindaklanjuti keluhan masyarakat yang telah dirasakan selama lebih dari lima tahun ini.

"Ini kan berdampak buat kesehatan kami juga. Kalau bisa tolong ditutup permanen. Kami sering mengadu ke desa, tapi tidak ada yang menanggapi," demikian Rina.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di depan mahasiswa UMM, Sekjen PUPR ingatkan krisis air dan pangan 
Selasa, 21 Juni 2022 - 13:04 WIB
Dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim, beberapa di antaranya adalah krisis air bersih da...
BMKG: Kondisi udara Jakarta Senin (20/6) dalam kategori tidak sehat
Selasa, 21 Juni 2022 - 11:28 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan berdasarkan pantauan pada Senin (20/6)...
Warga Mahia Kota Ambon keluhkan air bersih
Rabu, 15 Juni 2022 - 21:06 WIB
Sejumlah warga di Dusun Mahia, Kota Ambon, Maluku, mengeluhkan kesulitan air bersih, apalagi proyek...
 Semakin langka, Komunitas MLS di Subang lestarikan musang
Selasa, 14 Juni 2022 - 17:06 WIB
Sebagian dari Anda mungkin masih terasa asing jika mendengar musang dijadikan sebagai hewan pelihara...
Pemkab Bekasi tutup TPS liar Sindangjaya Cabangbungin
Selasa, 14 Juni 2022 - 14:11 WIB
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Sindangj...
University of Leeds, Inggris tunjuk Alia Karenina jadi anggota Generate di Indonesia 
Selasa, 14 Juni 2022 - 12:55 WIB
Founder dan CEO Alika Communication, Alia Karenina, ditunjuk sebagai Anggota Komite Pengarah Nasiona...
Puluhan ton limbah beracun ditemukan di pemukiman warga Kota Kupang
Kamis, 09 Juni 2022 - 14:42 WIB
Sebanyak 26 ton limbah beracun atau B3 jenis oli bekas ditemukan menumpuk di pemukiman warga di Kelu...
Ketua Majelis Syuro PKS dorong kolaborasi optimalkan ekonomi biru untuk kesejahteraan nelayan
Rabu, 08 Juni 2022 - 21:11 WIB
Wilayah Indonesia 73 persen adalah lautan yang di dalamnya terdapat banyak biota dengan beribu jenis...
 Komunitas ARAL CS Subang berikan edukasi reptil pada masyarakat
Rabu, 08 Juni 2022 - 14:46 WIB
ARAL- CS (Animal and Reptil Lover - Cipeundeuy Subang) adalah sebuah komunitas yang dibentuk dengan ...
Volume sampah di Ambon 220 ton per hari
Senin, 06 Juni 2022 - 16:08 WIB
Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyebutkan, volume sampah di kota Ambon, Maluku yang mas...
InfodariAnda (IdA)