Dugaan korupsi KMK BTN, Kejari Medan segera limpahkan berkas oknum ke pengadilan
Elshinta
Rabu, 18 Mei 2022 - 14:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Dugaan korupsi KMK BTN, Kejari Medan segera limpahkan berkas oknum ke pengadilan
Sumber foto: Amsal/elshinta.com

Elshinta.com - Pasca penyerahan barang bukti dan tersangka (tahap II) inisial E seorang oknum notaris/PPAT PT BTN Kantor Cabang Medan dari penyidik Kejatisu kepada penuntut Kejari Medan pada 27 April 2022 lalu saat ini tim tengah membuatkan dakwaan dan segera melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Medan untuk disidangkan.

Saat dikonformasi Kontributor Elshinta, Amsal, Rabu (18/5), Kepala Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Pidsus Kejari Medan, Agus Kelana Putra membenarkan bahwa saat ini tengah tim tengah membuatkan dakwaan dan segera melimpahkan berkas dakwaan tersangka ke Pengadilan Tipikor pada PN Medan.

Guna memudahkan proses pengusutan perkaranya maka tersangka E  dititipkan di Rutan Perempuan Klas II A Tanjunggusta Medan.

Dikatakan Agus bahwa penyidik Kejatisu menetapkan E terkait posisinya selaku notaris dalam perkara dugaan tindakpidana korupsi pada pemberian dan pelaksanaan Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) oleh PT BTN Kantor Cabang Medan selaku Kreditur kepada PT Krisna Agung Yudha Abadi yang telah merugikan negara sebesar Rp39,5 Milyar.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Kasi Penkum Kejatisu, Yos A Tarigan menyebutkan penyidik Pidsus Kejatisu telah menetapkan 6 tersangka termasuk inisial E selalu Notaris di BTN kantor Cabang Medan 

Sedangkan sebelumnya terlebih telah menetapkan 5 tersangka yakni CS (Direktur PT KAYA) selaku pihak penerima kredit, serta dari pihak Bank (BTN) yaitu FS selaku Pimcab BTN (tahun 2013-2016), AF selaku Wakil Pimcab Komersial (tahun 2012-2014), RDPA selaku Head Commercial Lending Unit Komersial (tahun 2013-2016) dan AN selaku Analis Komersial (tahun 2012-2015). 

Dari kelima tersangka hanya, CS yang ditahan dalam perkara lain. Sedangkan keempat tersangka belum dilakukan penahanan. 

Penyidik juga sudah memanggil dan memeriksa para tersangka, meskipun seusai pemeriksaan tidak dilakukan penahanan, sebagaimana perlakuan terhadap tersangka dalam kasus korupsi lainnya.

"Penyidik menilai ke 5 tersangka itu koperatif, serta tidak dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti, sehingga sampai saat ini tidak dilakukan penahanan,” kata Yos.

Dalam kasus ini, BTN menyalurkan Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi Kredit Yasa Griya (KYG) kepada PT KAYA selaku debitur tahun 2014 untuk pembangunan perumahan Takapuna Residence sebanyak 151 unit. Dalam pemberian dan pelaksanaan fasilitas kredit itu diduga ada perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kredit PT KAYA sebesar Rp 39,5 Miliar tersebut berada dalam status macet dan berdampak pada kerugian keuangan negara.

Atas kerugian itu, tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 UU (Undang Undang) Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jaksa Agung bakal umumkan tersangka baru kasus korupsi Garuda
Minggu, 26 Juni 2022 - 08:01 WIB
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin bakal mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengada...
Kapolres: Sopir mengantuk sebabkan bus masuk jurang di Tasikmalaya
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:31 WIB
Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan menyatakan bahwa sopir mengaku menga...
Komisi III: Usut tuntas promosi miras gunakan nama Muhammad dan Maria
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:45 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta polisi mengusut tuntas kasus promosi mi...
Polri kenakan wajib lapor 2 tersangka Indosurya cegah melarikan diri
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:01 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mewajibkan dua ters...
Promosi makanan-minuman beridentitas yang membuat resah
Sabtu, 25 Juni 2022 - 11:59 WIB
Jika pada masa pemilihan kepala daerah Provinsi DKI Jakarta, warga resah soal politik identitas maka...
Polisi Indragiri Hilir temukan warga meninggal diserang buaya
Sabtu, 25 Juni 2022 - 07:01 WIB
Aparat Kepolisian Sektor Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dibantu warga sete...
Surat dari anggota DPRD Bandung isi \'titipkan\' siswa ke Disdik beredar
Jumat, 24 Juni 2022 - 23:53 WIB
Surat berasal dari DPRD Kota Bandung yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat bere...
Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin segera disidang terkait kasus suap
Jumat, 24 Juni 2022 - 23:05 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan empat tersangka kasus dugaan suap pe...
Kuasa hukum sebut Mardani Maming terima surat penetapan tersangka KPK
Jumat, 24 Juni 2022 - 22:05 WIB
Ahmad Irawan selaku kuasa hukum Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H. Mami...
Jepang beri penghargaan Ditjen Imigrasi terkait kasus bansos COVID-19
Jumat, 24 Juni 2022 - 19:53 WIB
Lembaga Kepolisian Nasional Jepang memberikan penghargaan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigra...
InfodariAnda (IdA)