Mbah Amir, warga Kudus yang tinggal di gubuk akhirnya dibawa ke panti sosial
Kisah memilukan Mbah Amir (67) warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang tinggal bertahun-tahun di gubuk usang dari banner bekas di depan MCK umum desa.

Elshinta.com - Kisah memilukan Mbah Amir (67) warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang tinggal bertahun-tahun di gubuk usang dari banner bekas di depan MCK umum desa, karena tidak ada keluarga yang bersedia merawat menguggah hati berbagai pihak. Salah satunya istri Bupati Kudus Mawar Hartopo yang langsung mendatangi lokasi tempat tinggal Mbah Amir.
Dalam kesempatan tersebut, ibu bupati mendengarkan keluhan dari Mbah Amir yang selama ini tinggal di gubuk berukuran 2 × 1,5 meter. Dia mengalami kecelakaan 2 tahun lalu saat masih menjadi pengayuh becak di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dan ditabrak pengendara motor dari belakang yang membuat kakinya patah. "Paska kejadian itu saya tinggal di gubuk ini tanpa ada pengobatan lagi, pijat pun tidak apalagi ke dokter", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (18/5).
Mendengar kisah itu, Mawar Hartopo langsung meminta mbah Amir untuk bersedia direhabilitasi di panti sosial milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah karena di Kudus tidak mempunyai panti sosial.
"Mbah, biar ada yang ngerawat 'jenengan' dibawa ke panti saja ya, kalau mau sekarang langsung diantar", ujar Istri bupati yang didampingi Camat dan Kades.
Menerima tawaran tersebut, Mbah Amir bersedia termasuk saudaranya juga mengizinkan agar ada yang ngerawat daripada tinggal di gubuk sebab konflik dengan anaknya tak kunjung usai.
"Banyak warga lansia di Kudus yang tinggal sendirian tapi tidak mau dibawa ke panti, kalau Mbah Amir ini mau makanya saya ikut senang biar ada teman bicara di masa tuanya", imbuh Mawar.