KONI sepakat perlu evaluasi namun tidak cari kambing hitam
Elshinta
Rabu, 18 Mei 2022 - 18:56 WIB |
KONI sepakat perlu evaluasi namun tidak cari kambing hitam
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum KONI Marciano Norman (kanan), Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari (dua kanan) dan Chief de Mission/CdM Tim Indonesia di SEA Games ke-31 Vietnam Ferry Kono (kiri) pada acara pelepasan yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/5/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Kepresidenan/Mucklis)

Elshinta.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman sepakat perlu ada evaluasi terkait cabang olahraga yang tak memenuhi target medali pada SEA Games Hanoi, Vietnam, namun tidak mesti dengan mencari kambing hitam.

Menurutnya, stakeholder olahraga termasuk KONI, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), dan pengurus induk organisasi olahraga (PB/PP) harus menjawab tantangan lahirnya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Undang Undang Keolahragaan.

"Ayo kita lakukan evaluasi. Tak perlu mencari kambing hitam. Kita harus bersama-sama mencari solusi untuk bisa memenuhi apa yang diinginkan dalam DBON," kata Marciano dalam keterangan tertulis, Rabu.

Dalam DBON itu, kata Marciano, jelas disebutkan sasaran utama pembinaan olahraga Indonesia meraih prestasi dalam Olimpiade, sedangkan SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara.

"Pemerintah sudah meluncurkan DBON dan UU Keolahragaan dan kita harus menjawabnya. Tak perlu lagi saling menyalahkan dan mari kita sukseskan paradigma baru olahraga Indonesia dengan mencari solusi terbaik," kata dia.

Marciano mengakui memang ada beberapa cabang olahraga yang belum memenuhi target medali, tetapi kegagalan itu bukan untuk dipermasalahkan.

"Tak ada waktu kita untuk terus berdebat mengenai kesalahan. Ke depan, kita harus mencari formula yang tepat untuk kembali meningkatkan prestasi olahraga Indonesia ke depan," kata dia.

Sementara itu, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari juga mengatakan dengan melihat skema baru yang diterapkan pemerintah, pihaknya dan KONI serta semua pemangku kepentingan olahraga Indonesia menyebut SEA Games menjadi ajang evaluasi pembinaan cabang olahraga.

Menurut dia, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan olahraga Indonesia membuat kajian-kajian tentang evaluasi proses pembinaan yang ada dalam cabang-cabang olahraga.

Jika dulu SEA Games dianggap target, kalau sekarang hanya sasaran antara, sehingga tak boleh puas dengan hasil ini, namun harus menjadi evaluasi untuk multievent di atasnya.

"Dulu ajang SEA Games dianggap sebagai target, kalau sekarang hanya sasaran antara saja. Sebagai contoh PB ISSI yang tak boleh puas dengan hasil SEA Games 2021 Hanoi ini, karena yang paling penting bagaimana caranya bisa tembus kualifikasi ke ajang di atasnya seperti Asian Games maupun Olimpiade, sehingga ini PR-nya masih panjang," kata Oktohari.

Dia mengatakan seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa SEA Games ini menjadi evaluasi terhadap pembinaan yang dilakukan cabang olahraga, terlebih saat ini mekanisme penganggaran diberikan langsung oleh pemerintah kepada cabang olahraga.

"Evaluasi ke depannya harus spesifik, apakah cabang itu serius melakukan pembinaan prestasi dan nomor-nomornya spesifik. Di sini banyak cabang yang mengikuti pertandingan dimana hasilnya pun terlihat sehingga dari situ kita bisa analisa apa yang perlu ditambah dan mana yang perlu dimaksimalkan," kata Oktohari.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tim Gajser tercepat di sesi latihan bebas pertama seri MXGP Indonesia
Sabtu, 25 Juni 2022 - 20:15 WIB
Tim Gajser menjadi yang tercepat dalam sesi latihan bebas pertama seri MXGP Indonesia di Rocket Moto...
Pebalap MXGP Indonesia mulai jajal Sirkuit Rocket Motor
Sabtu, 25 Juni 2022 - 17:59 WIB
Para pebalap yang turun pada seri MXGP Indonesia, Sabtu, mulai menjajal lintasan Rocket Motor Circui...
Pebalap nasional ikut pemecahan Muri bersepeda Jakarta-Semarang 24 jam
Jumat, 24 Juni 2022 - 14:39 WIB
Sejumlah pebalap sepeda nasional dijadwalkan ikut dalam pemecahan rekor Muri bersepeda Jakarta-Semar...
Perenang Australia juara dunia gaya bebas 100m putri
Jumat, 24 Juni 2022 - 06:45 WIB
Perenang Australia Mollie O\'Callaghan meraih medali emas gaya bebas 100 meter putri dalam kejuaraan...
NPCI Malang gelar `Malang Paragame Eksebisi` untuk disabilitas 
Kamis, 23 Juni 2022 - 22:13 WIB
National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) yang merupakan wadah olah raga bagi penyandang disabil...
Perenang AS diselamatkan setelah pingsan di kolam Kejuaraan Dunia
Kamis, 23 Juni 2022 - 16:50 WIB
Perenang artistik Anita Alvarez secara dramatis diselamatkan dari dasar kolam oleh pelatih kepala Ti...
Pasuruan targetkan 34 emas di Porprov Jawa Timur 2022
Kamis, 23 Juni 2022 - 08:35 WIB
Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menargetkan 34 medali emas 31 perak dan 27 perunggu dalam ajang Pekan...
BNN gelar event internasional tenis meja `Smash On Drugs`
Senin, 20 Juni 2022 - 20:57 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose menjela...
 Tingkatkan sinergitas, Polda Sumut-Kodam I/BB gelar lomba menembak 
Senin, 20 Juni 2022 - 20:10 WIB
Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Kodam I Bukit Barisan menggelar lomba menembak bersama di Lapan...
Porprov XII Jatim jadi stimulus dan penggerak perekonomian 
Senin, 20 Juni 2022 - 13:05 WIB
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur yang mempertemukan berbagai atlit dari 38 kabupaten...
InfodariAnda (IdA)