Jateng targetkan 2023 angka stunting 14 persen

Elshinta
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Jateng targetkan 2023 angka stunting 14 persen
Sumber foto: Humas Pemprov Jateng/elshinta.com.

Elshinta.com - Jawa Tengah menargetkan angka stunting (anak kerdil) menjadi 14 persen pada 2023. Untuk mencapai kondisi tersebut, Pemprov Jateng dan BKKBN membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang tersebar di 35 kabupaten/kota, 576 kecamatan dan 8.562 desa/kelurahan. 

Kepala Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Jateng Widwiono menyebut, angka stunting saat ini mencapai 20,9 persen. Atau sekitar 540 ribu anak yang mengalami kondisi kerdil. 

Oleh karena itu, pihaknya bersama Pemprov Jateng bersinergi dalam TPPS yang terdiri dari lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain itu, tim tersebut juga melibatkan kejaksaan, kepolisian dan tentara. 

Selain TPPS, telah dibentuk pula Tim Pendamping Keluarga berjumlah 27. 931. 

"Di lapangan nanti kita intervensi dari masing-masing stakeholder. Misal dari Dinkes memberikan makanan tambahan, obat penambah darah. Bisa juga dari DPU terkait dengan jambanisasi, akses air bersih," ujarnya seusai acara pengukuhan TPPS tingkat provinsi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (19/5). 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pendataan terkait jumlah ibu hamil, calon pengantin dan anak usia dua tahun. Menurut data, ada sekitar 271 ribu calon pengantin dan sekitar 551 ribu wanita hamil di Jateng. Dengan data tersebut, pihaknya yang tergabung dalam TPPS akan mencari ibu hamil dan calon pengantin putri yang mengalami masalah kesehatan. 

"Secara teori dari jumlah ibu hamil, 20 persen mengalami masalah kesehatan. Sementara calon pengantin putri 70 persen itu anemis (kekurangan sel darah merah) itu yang menyebabkan stunting. Kemudian, bayi kurang dari dua tahun diukur apakah perkembangannya sesuai," tuturnya. 

Terkait penurunan angka stunting Widwiono optimis dengan dukungan Pemprov Jateng bisa turun hingga 14 persen di 2023. Ia menyebut, dengan gerak sinergi, kasus stunting bisa ditekan dalam kurun dua tahun. 

Ini tak lepas dari kasus penurunan stunting di Grobogan. Di Kabupaten itu, kini angka anak kerdil hanya 9 persen dari sebelumnya 29 persen. Hal itu tak lepas dari program jambanisasi, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit.

Meski demikian, pada beberapa wilayah di Jateng masih memerlukan intervensi khusus. Semisal Wonosobo dan Brebes. 

"Target pertahun 3,5 persen. Pada 2022 angka stunting 20,9. Kalau kita target turun 3 persen per tahun, berarti akhir 2022 itu 17,4 persen. Dan di akhir 2023 itu 14 persen. Target pemerintah pusat itu 14 persen di 2024. Jadi jateng 14 persen 2023 maju setahun," imbuh Widwiono. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memerintahkan TPPS segera tancap gas. Ia menyebut harus ada gerak cepat untuk melakukan pendataan dan intervensi. 

"Yang pertama kali adalah mendata ibu hamil. Jateng sudah punya program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Kita cari kita assesment, kalau punya masalah (kesehatan) intervensi," tegas Ganjar. 

Ia menyebut, penanganan stunting di Jawa Tengah harus dilakukan menyeluruh. Bukan hanya pemerintah, tapi akademisi dan masyarakat bisa turut campur. 

"Kita juga edukasi ke masyarakat. Kenapa itu tadi multisektor. Karena ada banyak yang bisa kita libatkan, kemudian ada intervensi gizi, kesejahteraan dan akses ke kesehatan," pungkas Ganjar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Bayi sehat, siapkan masa depan Indonesia lebih cerah
Senin, 08 Agustus 2022 - 13:58 WIB

Bayi sehat, siapkan masa depan Indonesia lebih cerah

Puluhan orang tua beserta bayinya, beramai-ramai mendatangi salah satu hotel di Kabupaten Boyolali, ...
Antisipasi kematian ibu dan bayi, Pemkab Kudus gencarkan Program Candu bagi pengantin 
Kamis, 04 Agustus 2022 - 13:14 WIB

Antisipasi kematian ibu dan bayi, Pemkab Kudus gencarkan Program Candu bagi pengantin 

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berkomitmen menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka...
BKKBN: Sarapan hingga batasi kafein bantu ibu cegah kekerdilan anak
Minggu, 17 Juli 2022 - 11:57 WIB

BKKBN: Sarapan hingga batasi kafein bantu ibu cegah kekerdilan anak

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menekankan sarapan ...
 Wujudkan Indonesia bebas stunting melalui `Gerakan Generasi Merdeka Stunting`
Kamis, 16 Juni 2022 - 09:56 WIB

Wujudkan Indonesia bebas stunting melalui `Gerakan Generasi Merdeka Stunting`

Berdasar Data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, angka stunting di Indonesia me...
Mengenal teknik persalinan `hypnobirthing`
Minggu, 12 Juni 2022 - 00:23 WIB

Mengenal teknik persalinan `hypnobirthing`

Kehamilan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sebuah keluarga, terutama jika kehamilan ters...
BKKBN: Program KB investasi penting bagi SDM RI berkualitas
Sabtu, 28 Mei 2022 - 17:45 WIB

BKKBN: Program KB investasi penting bagi SDM RI berkualitas

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan Program Keluarga Berencana (KB...
Jateng targetkan 2023 angka stunting 14 persen
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:57 WIB

Jateng targetkan 2023 angka stunting 14 persen

Jawa Tengah menargetkan angka stunting (anak kerdil) menjadi 14 persen pada 2023. Untuk mencapai kon...
BKKBN Perwakilan Sumut koordinasi strategi untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Langkat
Minggu, 06 Maret 2022 - 14:04 WIB

BKKBN Perwakilan Sumut koordinasi strategi untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Langkat

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Sumut melakukan koordinasi den...
Wanita dengan PCOS lebih berisiko terhadap masalah kesehatan lain
Selasa, 01 Maret 2022 - 10:42 WIB

Wanita dengan PCOS lebih berisiko terhadap masalah kesehatan lain

Wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS) berisiko lebih tinggi untuk penyakit diabetes...
Desa di Sukoharjo masih laporkan kasus stunting
Kamis, 17 Februari 2022 - 15:05 WIB

Desa di Sukoharjo masih laporkan kasus stunting

Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menjadi penyumbang kasus stunting terbesar dae...

InfodariAnda (IdA)