Seberapa efektifkah `powder sunscreen`?
Elshinta
Sabtu, 21 Mei 2022 - 11:35 WIB |
Seberapa efektifkah `powder sunscreen`?
Ilustrasi bedak. (Pixabay)

Elshinta.com - Sebagian besar orang lebih mengenal sunscreen atau tabir surya dalam bentuk losyen atau spray.

Namun kini sunscreen dalam bentuk bedak juga marak bermunculan dan mulai digemari karena lebih praktis dan tidak merusak tata rias.

Kendati demikian, apakah sunscreen dalam bentuk bedak ini efektif untuk menangkal sinar ultra violet seperti sunscreen dalam bentuk losyen atau spray?

Sunscreen bedak adalah alternatif yang nyaman untuk bedak tabur biasa. Biasanya dilengkapi dengan sikat built-in, memungkinkan Anda untuk membuka tutup dan menyikatnya di wajah hingga leher dan dada.

Gary Goldenberg, MD, dokter kulit bersertifikat yang berbasis di New York, Amerika Serikat dan pendiri Goldenberg Dermatology, mengatakan bahwa sunscreen bedak bukanlah hal baru karena sudah ada selama bertahun-tahun di industri kosmetik.

Jenis tabir surya ini sering menggunakan “penghalang fisik” seperti zinc oxide, kata Goldenberg, yang dapat membentuk penghalang terhadap sinar matahari yang berbahaya.

Meskipun sunscreen bedak mendapat ulasan beragam di media sosial, dokter kulit pada umumnya mendukung formula ini asalkan digunakan dengan benar.

Sunscreen bedak sangat bagus, terutama karena itu adalah cara mudah untuk mengoleskan kembali tabir surya tanpa merusak riasan Anda,” ujar Ife J. Rodney, MD, direktur pendiri Eternal Dermatology + Aesthetics, mengatakan kepada Verywell dikutip Sabtu.

“Jika Anda memiliki formulasi krim tabir surya, Anda tidak dapat mengaplikasikannya di atas alas bedak tanpa memengaruhi tata rias, dan itu membatasi beberapa orang untuk mengoleskan kembali tabir surya," tambah Rodney.

Tabir surya bubuk paling baik digunakan sebagai aplikasi ulang setelah Anda mengoleskan losion atau krim tabir surya pada wajah sebelum tata rias.

“Ini seharusnya tidak menjadi lapisan tabir surya utama atau dasar Anda. Formula sunscreen bedak ini merupakan tambahan dan tidak boleh menggantikan penggunaan tabir surya berbasis krim sebagai lapisan dasar di pagi hari," kata Rodney.

Seberapa sering Anda harus mengoleskan kembali tabir surya bubuk tergantung pada aktivitas Anda sepanjang hari.

"Jika Anda berada di bawah sinar matahari, Anda harus mengaplikasikan kembali setiap dua jam," kata Rodney.

Namun jika Anda berada di dalam ruangan, Anda dapat mengaplikasikan kembali saat makan siang atau kapan pun Anda merasa perlu.

Rodney merekomendasikan untuk mencari tabir surya spektrum luas yang memiliki SPF 30 atau lebih tinggi.

Jika Anda memiliki kulit sensitif, cobalah formula mineral yang mengandung zinc oxide atau titanium dioksida.

Gunakan merek yang Anda kenal dan percayai, terutama jika kulit Anda cenderung teriritasi oleh produk wajah.

“Pastikan produk tersebut cocok dengan kulit Anda sehingga tidak menyebabkan iritasi atau jerawat,” ujar Goldenberg.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ganja medis bisa jadi alternatif obat tapi bukan pilihan utama
Jumat, 01 Juli 2022 - 19:57 WIB
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada serta Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, ...
Pesan dokter untuk masyarakat saat rayakan Idul Adha
Jumat, 01 Juli 2022 - 14:43 WIB
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (10/7), Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Perhi...
Pendapat pakar terkait ganja medis untuk terapi cerebral palsy
Jumat, 01 Juli 2022 - 09:34 WIB
Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan bahwa ganja...
Tanaman herbal bisa jadi opsi dalam pengembangan obat terapi COVID-19
Kamis, 30 Juni 2022 - 09:46 WIB
Purnabakti Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Prof. Dr. apt. Maksum Radji, M.Biomed m...
BKKBN beri kiat agar aktivitas seksual tetap nyaman saat pakai KB
Rabu, 29 Juni 2022 - 15:25 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memberikan tips agar...
Tunjukkan KTP, peserta BPJS Kesehatan bisa berobat
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:06 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Medan gencar melakukan sosialisasi berbagai program pelayanan kesehatan bagi m...
Bulan Imunisasi Anak Nasional penting tutupi kesenjangan imunisasi
Selasa, 28 Juni 2022 - 18:56 WIB
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Maxi Rein...
Dokter imbau ibu hamil dan menyusui berhati-hati saat pilih `kincare`
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:01 WIB
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS mengimbau kepada ibu ham...
Pengamat: Masyarakat perlu dilibatkan dalam perumusan regulasi IHT
Sabtu, 25 Juni 2022 - 00:05 WIB
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menyarankan agar masy...
Dokter: Penyakit wajah alami pelemahan diawali gejala nyeri telinga
Jumat, 24 Juni 2022 - 21:29 WIB
Dokter spesialis penyakit syaraf RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Nurul Fadli menga...
InfodariAnda (IdA)