Top
Begin typing your search above and press return to search.

Penanaman 10 juta pohon aksi nyata revolusi mental pencegahan bencana

Beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia kebanyakan didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Maka dengan demikian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia mendorong agar aksi pengurangan risiko bencana juga harus sejalan dengan upaya pengendalian perubahan iklim.

Penanaman 10 juta pohon aksi nyata revolusi mental pencegahan bencana
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia kebanyakan didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Maka dengan demikian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia mendorong agar aksi pengurangan risiko bencana juga harus sejalan dengan upaya pengendalian perubahan iklim.

“Kami mendukung penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 sebagai sustainable event melalui penerapan strategi komunikasi dan aksi dalam pengurangan risiko bencana. Aksi ini juga mendukung implementasi Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana dan Paris Agreement,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulis yang diterima Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Selasa (24/5).

Aksi Penanaman Mangrove pada GPDRR 2022 merupakan sebuah momentum dukungan PBB terhadap komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana dan Pengendalian Perubahan Iklim.

Bertepatan dengan pelaksanaan GPDRR ke-7 ini, Pemerintah telah mencanangkan Aksi Nyata Penanaman 10 Juta Pohon untuk mendorong etos kerja, gotong royong, dan integritas masyarakat, menciptakan budaya menanam pohon sebagai kebutuhan dan gaya hidup baru.

Aksi nyata ini merupakan implementasi dari Prioritas Nasional ke-4 (PN4) Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan sebagai upaya Pemerintah mengakselerasi tercapainya Indonesia Maju melalui penguatan nilai-nilai strategis; etos kerja, gotong royong, dan integritas dalam berbagai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan launching Penanaman 10 Juta Pohon yang akan dilaksanakan di 34 provinsi melibatkan seluruh unsur masyarakat. Adapun secara simbolis dilakukan di lingkungan SMP PGRI Denpasar 3 melalui penanaman pohon buah diikuti secara serentak oleh sekolah, perguruan tinggi, perwakilan Pemerintah Daerah dan berbagai organisasi masyarakat lain.

Pemilihan sekolah sebagai lokasi launching adalah untuk menyampaikan pesan kepada anak didik dan kita semua untuk belajar integritas melalui tanggung jawab memastikan pohon dapat tumbuh dengan baik, etos kerja melalui konsistensi memberi asupan merawat menyayangi pohon, dan bergotong royong dengan orang sekitar untuk turut menjaga pertumbuhan pohon agar dapat tumbuh maksimal, menghasilkan, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak pihak.

Dalam target jangka panjang, Aksi Nyata Penanaman 10 Juta Pohon diharapkan dapat membantu mengatasi meningkatnya intensitas bencana alam khususnya tanah longsor dan banjir yang melanda pada sejumlah wilayah di Indonesia. Di sisi lain, strategi ini juga akan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui tanaman buah (produktif).

Pemerintah bersama dengan masyarakat menunjukkan komitmen besar dalam menangani isu perubahan iklim secara komprehensif. Agenda strategis GPDRR kali ini juga harus menjadi momentum untuk mendorong Negara-negara di seluruh dunia berkolaborasi dan berbagi ide dalam upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan dan merata.

Aksi penanaman mangrove pada penyelenggaraan GPDRR 2022 di Bali dihadiri oleh 4.000 peserta yang berasal dari 183 negara, menjadi simbol komitmen global untuk membangun ketahanan berkelanjutan melalui upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui penyelenggaraan GPDRR 2022 ini pula perlu ditegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan bersama, maka keterlibatan peran multipihak seperti akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media (Pentahelix) sangat diperlukan.

Aksi penanaman pohon tersebut juga dihadiri oleh anak-anak yang akan menerima manfaat penanaman pohon di masa depan. Mereka juga akan melanjutkan upaya pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim pada generasi penerusnya kelak. Kami mendorong keterlibatan aktif semua kalangan untuk memberikan edukasi pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim untuk dimulai sejak dini. Untuk kita sekarang, dan untuk mereka di masa depan.

“Saya harapkan melalui aksi penanaman pohon buah dan mangrove pada GPDRR 2022 pagi hari ini dapat mendorong komitmen Ketahanan Berkelanjutan dalam pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim untuk dapat dikembangkan pada masyarakat pada tingkat global,” pungkas Muhadjir Effendy.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire