Cetak 500 ribu ekportir, sekolah ekspor bersama IDN Global lakukan MOU
Sekolah ekspor bersama Indonesia Diaspora Network (IDN) Global secara bersama melakukan MOU untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang ekspor yang bertujuan agar lebih meningkatkan peran diaspora dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi covid 19. Khususnya peningkatan ekspor nasional.

Elshinta.com - Sekolah ekspor bersama Indonesia Diaspora Network (IDN) Global secara bersama melakukan MOU untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang ekspor yang bertujuan agar lebih meningkatkan peran diaspora dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi covid 19. Khususnya peningkatan ekspor nasional.
Dikatakan presiden IDN global. Kartini Sarsilaningsih melalui siaran persnya bahwa kelebihan diaspora yang tinggal di berbagai negara dan benua menjadikan diaspora sebuah market intelegence, marketing agent, buying agent dan lain lain bahkan diaspora yang memiliki usaha impor/perdagangan di luar negeri dapat berbagi informasi tentang persyaratan ekspor yang harus dipenuhi dan juga menjadi importir.
"Tentu hal ini fokus juga agar diaspora lain kita dorong untuk berperan bagi peningkatan ekspor dan jasa Indonesia ke mancanegara," ujar Kartini seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo, Jumat (27/5)
Sementara itu. Kepala sekolah ekspor. Dr Handito Juwono mengatakan ditahun 2022 ini Kuliah Ekspor Nasional (KEN) mengangkat tema Ocean Creative Muntain (OCM) dengan artian kepada pengembangan produk baru termasuk produk industri kreatif mengingat banyak produk berbasiskan atau bernuansi laut dan gunung, sehingga OCM inipun bisa pula sebagai inspirasi mengakselerasi pengembangan ide bisnis, perekonomian nasional maupun global.
Oleh karenanya. Hal ini tidak terlepas terkaitannya dalam rangka mengakselerasi pertambahan jumlah eksportir baru berkompeten sesuai dengan amanat program kolaborasi nasional mencetak 500 ribu eksportir baru di tahun 2030 mendatang. Bahkan telah diresmikan oleh menteri koperasi dan UKM RI dan menteri perdagangan RI pada 17 februari 2021 termasuk yang dinisiasi oleh sekolah ekspor bersama lima asosiasi usaha.