Keputusan suntik mati untuk paus orca terdampar di Prancis

Elshinta
Senin, 30 Mei 2022 - 14:27 WIB |
Keputusan suntik mati untuk paus orca terdampar di Prancis
Seekor paus orca yang tersesat terlihat berada di Sungai Seine, Duclair, Normandia, Prancis. (REUTERS/PASCAL ROSSIGNOL)

Elshinta.com - Seekor paus orca yang terdampar di Sungai Seine, Prancis, akan disuntik mati karena secara medis terbukti ia sakit parah.

"Upaya untuk mengembalikan paus ke laut gagal dan demi mencegah menambah stres pada hewan ini, keputusan yang diambil adalah menghentikan intervensi," kata pemerintah lokal Prancis, dikutip dari Reuters pada Senin.

Seekor paus pembunuh jantan sepanjang 4 meter tersesat ke Sungai Seine sejak 16 Mei lalu, pertama kali terlihat diantara pelabuhan Le Havre dan kota Honfleur di Normandia.

Ia berenang ke arah hulu hingga sampai di kota Rouen.

Pemerintah lokal mengadakan rapat dengan ilmuwan nasional maupun internasional, termasuk diantara mereka ahli mamalia, untuk mengembalikan paus orca itu ke laut.

Mereka menggunakan pesawat nirawak yang mengeluarkan suara paus orca untuk memandu mamalia itu kembali ke laut. Sayangnya, upaya ini gagal.

Paus tidak menanggapi stimulus suara itu dengan baik, menurut otoritas maritim wilayah Seine. Hasil rekaman suara paus dalam upaya penyelamatan ini menunjukkan mamalia itu stres.

Para ilmuwan mempelajari data yang dihasilkan upaya penyelamatan tersebut. Mereka mengambil kesimpulan, paus pembunuh ini menderita mucormycosis, atau penyakit jamur hitam.

Penyakit ini biasa ditemukan pada paus di Amerika Utara, namun, belum ada di Eropa. Hasil penelitian terhadap paus orca itu menunjukkan penyakit bisa menyebar ke jantung, paru-paru dan otak.

Penyakit yang sudah menyebar ini juga menjawab mengapa respons ganjil paus terhadap stimulus suara saat upaya penyelamatan. Ilmuwan juga melihat penyakit sudah menyebar dalam tahap lanjutan sehingga paus itu sangat menderita.

Melihat kondisi mamalia tersebut, para ahli menilai solusi yang paling mungkin adalah eutanasia agar paus itu tidak sakit lagi.

"Dalam kondisi seperti ini, kelompok ahli sepakat dengan suara bulat bahwa satu-satunya cara yang paling mungkin adalah dengan eutanasia supaya mengakhiri penderitaan paus ini. Juga, untuk analisis mendalam penyakitnya," kata otoritas tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Al Zubara Manpower bantah pungut biaya PMI bekerja di Inggris
Jumat, 19 Agustus 2022 - 14:06 WIB

Al Zubara Manpower bantah pungut biaya PMI bekerja di Inggris

Agen penyalur tenaga kerja Al Zubara Manpower Indonesia membantah pihaknya memungut biaya hingga R...
Peringati HUT RI, Dubes Fadjroel ajak WNI di Kazakhstan kelola pandemi
Jumat, 19 Agustus 2022 - 13:11 WIB

Peringati HUT RI, Dubes Fadjroel ajak WNI di Kazakhstan kelola pandemi

Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Fadjroel Rachman dalam acara peringatan hari ulang tah...
Ketika Indonesia tunjukkan tajinya di puncak kepemimpinan global
Jumat, 19 Agustus 2022 - 12:35 WIB

Ketika Indonesia tunjukkan tajinya di puncak kepemimpinan global

 Tahun 2022 menjadi momentum bagi Indonesia untuk menonjolkan perannya di kancah internasional.
Ratusan warga Palembang ikuti lomba makan pempek terbanyak
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:21 WIB

Ratusan warga Palembang ikuti lomba makan pempek terbanyak

Ratusan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan mengikuti lomba makan pempek sebanyaknya-banyaknya da...
Pejabat eksekutif Olimpiade Tokyo ditangkap dalam kasus dugaan suap
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:45 WIB

Pejabat eksekutif Olimpiade Tokyo ditangkap dalam kasus dugaan suap

Seorang pejabat eksekutif Olimpiade Tokyo, Haruyuki Takahashi, ditangkap pada Rabu (17/8) karena dic...
KBRI Pretoria beri penghargaan kepada WNI berprestasi di Afsel
Kamis, 18 Agustus 2022 - 17:46 WIB

KBRI Pretoria beri penghargaan kepada WNI berprestasi di Afsel

KBRI Pretoria memberi penghargaan Indonesian Fighter (Pejuang Indonesia) kepada sejumlah individu...
Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati
Kamis, 18 Agustus 2022 - 13:22 WIB

Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati

Mantan petinggi Partai Komunis China (CPC) Shi Wenqing divonis hukuman mati karena terlibat dalam ka...
KBRI ajak `Friends of Indonesia` di Venezuela rayakan HUT RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 13:10 WIB

KBRI ajak `Friends of Indonesia` di Venezuela rayakan HUT RI

Kedutaan Besar RI di Caracas mengajak para anggota Friends of Indonesia di Venezuela untuk turut ...
WNI di Belanda ikuti upacara secara fisik setelah dua tahun pandemi
Kamis, 18 Agustus 2022 - 12:55 WIB

WNI di Belanda ikuti upacara secara fisik setelah dua tahun pandemi

Lebih dari 500 WNI di Belanda akhirnya bisa kembali mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ...
Korps musik Kepolisian Turki iringi pengibaran Merah Putih di Ankara
Kamis, 18 Agustus 2022 - 12:35 WIB

Korps musik Kepolisian Turki iringi pengibaran Merah Putih di Ankara

Korps Musik Elite Kepolisian Turki yang tergabung dalam Polis Bandosu mengiringi pengibaran Sang M...

InfodariAnda (IdA)