Tersangka penembakan massal di New York mengaku tak bersalah

Elshinta
Jumat, 03 Juni 2022 - 08:59 WIB |
Tersangka penembakan massal di New York mengaku tak bersalah
Arsip - Tersangka penembakan massal Payton S. Gendron, yang dituduh membunuh 10 orang dalam penembakan di toko swalayan di lingkungan warga kulit hitam di Buffalo, muncul di persidangan di New York, AS, 19 Mei 2022. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/as

Elshinta.com - Tersangka penembakan massal yang menewaskan 10 orang di sebuah toko swalayan di Buffalo, New York mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan yang disetujui panel juri, media-media AS melaporkan.

Peristiwa itu dinilai sarat dengan rasisme karena terjadi di komunitas kulit hitam dan tersangka adalah pendukung supremasi kulit putih.

Payton Gendron, sang tersangka, hadir dalam sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Hakim Pengadilan Erie County Susan Eagan, Kamis (2/6)..

Eagan sebelumnya memerintahkan agar remaja pria 18 tahun itu ditahan tanpa jaminan, menurut laporan media.

Tersangka akan disidang lagi pada 7 Juli.

Menurut pihak berwenang, Gendron menyasar warga kulit hitam ketika berkendara tiga jam dari rumahnya di dekat Binghamton, New York.

Dia menembak 13 orang dengan senapan serbu semiotomatis di toko Tops di Buffalo dan menewaskan 10 orang dalam serangan pada 14 Mei itu.

Panel juri menyetujui 25 dakwaan terhadapnya pada Rabu(1/6).

Dakwaan pertama –aksi terorisme di dalam negeri yang dipicu kebencian– adalah bahwa Gendron melakukan serangan atas dasar ras dan/atau warna kulit seseorang atau sejumlah orang yang dilukai atau dibunuh.

Gedron juga menghadapi 10 dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan 10 dakwaan pembunuhan tingkat kedua, yang semuanya dimasukkan ke dalam kasus-kasus kejahatan kebencian.

Panel juri, yang memutuskan apakah cukup bukti untuk menyeretnya ke pengadilan, juga menyetujui tiga dakwaan percobaan pembunuhan sebagai kejahatan kebencian dan satu dakwaan berupa kepemilikan ilegal senjata api.

Sang penembak menayangkan video penyerangan itu di media sosial secara langsung.

Sebelumnya, dia mengunggah konten supremasi kulit putih di internet yang menunjukkan bahwa dirinya mendapat inspirasi dari sejumlah penembakan massal bermotif rasial, kata pihak berwenang.

Penembakan itu telah memantik perdebatan nasional di AS tentang aturan kepemilikan senjata api, terlebih setelah pekan lalu insiden serupa terjadi di Uvalde, Texas, yang menewaskan 19 anak dan dua guru di sebuah sekolah dasar.

Beberapa jam setelah serangan di Buffalo itu, Gendron mengaku tidak bersalah atas tuduhan melakukan pembunuhan tingkat pertama dalam sidang dakwaan awal.

Dia terancam hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat jika terbukti bersalah. New York tidak menerapkan hukuman mati.

Undang-undang New York  menyangkut kejahatan terorisme dalam negeri yang berdasarkan kebencian mulai berlaku pada 1 November 2020. UU itu dibuat setelah terjadi penembakan massal yang menarget orang Meksiko di sebuah toko Walmart di El Paso, Texas.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kemenkes jajaki kerja sama layanan jantung dengan Cleveland Clinic
Minggu, 25 September 2022 - 00:11 WIB

Kemenkes jajaki kerja sama layanan jantung dengan Cleveland Clinic

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan RI menjajaki kerja sama dengan rumah sakit ternama Cleveland Cli...
Google & Apple diselidiki atas tuduhan anti persaingan di Meksiko
Minggu, 11 September 2022 - 16:45 WIB

Google & Apple diselidiki atas tuduhan anti persaingan di Meksiko

Elshinta.com, Apple dan Google diselidiki atas tuduhan praktik anti persaingan di Meksiko setelah ma...
AS umumkan tambahan bantuan Rp445,4 miliar untuk banjir Pakistan
Rabu, 31 Agustus 2022 - 22:41 WIB

AS umumkan tambahan bantuan Rp445,4 miliar untuk banjir Pakistan

Pemerintah AS mengumumkan tambahan 30 juta dolar (sekitar Rp445,4 miliar) untuk membantu Pakistan pu...
Blinken: AS bangga atas sejarah persahabatan dengan Indonesia
Rabu, 17 Agustus 2022 - 13:19 WIB

Blinken: AS bangga atas sejarah persahabatan dengan Indonesia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menyatakan kebanggaannya atas sejarah panjang per...
Indonesia dan AS mempererat kerja sama terkait perubahan iklim
Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:07 WIB

Indonesia dan AS mempererat kerja sama terkait perubahan iklim

Indonesia dan Amerika Serikat mempererat kerja sama bilateral terkait perubahan iklim dengan Menteri...
Boeing akan buka pusat riset Jepang, perluas kemitraan keberlanjutan
Selasa, 02 Agustus 2022 - 09:23 WIB

Boeing akan buka pusat riset Jepang, perluas kemitraan keberlanjutan

Boeing mengumumkan pada Senin (1/8) bahwa mereka akan membuka pusat penelitian dan teknologi Boeing ...
Brazil minta WhatsApp tunda fitur baru sampai tahun depan
Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:15 WIB

Brazil minta WhatsApp tunda fitur baru sampai tahun depan

Jaksa penuntut umum federal di Brazil meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur baru sampai Januari ...
Xi telepon Biden bicarakan Taiwan, rivalitas China-AS
Jumat, 29 Juli 2022 - 13:36 WIB

Xi telepon Biden bicarakan Taiwan, rivalitas China-AS

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden melakukan percakapan via telepon pa...
Bank-bank besar AS naikkan suku bunga pinjaman setelah kenaikan Fed
Kamis, 28 Juli 2022 - 08:11 WIB

Bank-bank besar AS naikkan suku bunga pinjaman setelah kenaikan Fed

Bank-bank besar AS, JPMorgan Chase & Co, Citigroup dan Wells Fargo menaikkan suku bunga pinjaman uta...
AS buka penyelidikan keamanan untuk kendaraan Stellantis, GM, dan Ford
Rabu, 27 Juli 2022 - 11:58 WIB

AS buka penyelidikan keamanan untuk kendaraan Stellantis, GM, dan Ford

Badan keselamatan otomotif Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya membuka lima penyelidikan terha...

InfodariAnda (IdA)