64.684 anak di Jateng rentan terhadap penyakit menular
Cakupan imunisasi dasar lengkap di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019, 99,98%, turun menjadi 98,8% pada tahun 2020, dan secara signifikan turun cukup jauh menjadi 86,7% pada tahun 2021 karena imunisasi itu terhambat akibat pandemi Covid-19.

Elshinta.com - Cakupan imunisasi dasar lengkap di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019, 99,98%, turun menjadi 98,8% pada tahun 2020, dan secara signifikan turun cukup jauh menjadi 86,7% pada tahun 2021 karena imunisasi itu terhambat akibat pandemi Covid-19.
Berdasar data dari Buletin Imunisasi, Kementerian Kesehatan, setidaknya ada 64.689 anak di Jawa Tengah rentan terhadap penyakit menular karena belum mendapat imuniasi dasar lengkap. Oleh karena itu dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional ini, Jawa Tengah berusaha memberikan imunisasi dasar lengkap tersebut agar seluruh anak di Jateng tangguh dan sehat.
Pada acara pencanangan pelaksanaan imunisasi kejar, Kewaspadaan Hepatitis Akut dan menyongsong Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang Kamis (2/6), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan kegiatan itu merupakan bagian dari satu gerakan imunsasi. Ia berharap anak-anak Jateng harus selalu terpantau kesehatannya.
"Kegiatan itu merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah instansi terkait termasuk TNI Polri. Tujuannya untuk memperoleh kesepahaman dan kesepakatan gerak langkah dalam imunisasi kejar, dan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022," kata Ganjar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Sabtu (4/6).
Turut hadir Ketua PKK Jateng, Siti Atikoh Supriyanti dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait di Jawa Tengah.
Gubernur Jateng ini juga menekankan pentingnya edukasi secara masif. Sebab berdasarkan riset yang dilakukan oleh Forum Anak, masih terdapat orang tua yang tidak berani dan tidak percaya.
"Itulah kelompok sasaran, yang orang tuanya diedukasi, kemudian Forum Anak terlibat, pemerintah bisa merespon dengan cepat," ujarnya.
Di kesempatan itu, Ganjar juga meluncurkan aplikasi Paijo GR. Aplikasi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis cepat. Misalnya, ibu hamil yang akan melahirkan.
"Aplikasi untuk laporan secara mudah melalui gadget. Sehinga kalau ada kejadian ada ibu hamil mau melahirkan, difoto, dikirim dan aplikasi ini bisa membantu penanganannya dengan cepat," tuturnya.