Top
Begin typing your search above and press return to search.

LPPM Unimed kembangkan ekowisata mangrove di Desa Jaring Halus 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

LPPM Unimed kembangkan ekowisata mangrove di Desa Jaring Halus 
X
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini lebih pada pemberdayaan masyarakat nelayan dalam pengembangan ekowisata mangrove di Desa Jaring Halus. Hal itu disampaikan ketua tim LPPM UNIMED, Mufti Sudibyo, saat mengisi materi di Desa Jaring Halus, Sabtu (4/6).

"Kegiatan ini akan terus berlanjut demi kemajuan pemuda-pemudi di Desa Jaring Halus untuk berperan aktif dan pro aktif demi kemajuan ekowisata mangrove di desa ini, jadi pelestarian mangrove dapat, ekonomi juga meningkat, " kata Mufti.

Selanjutnya dijelaskan Mufti, selain materi yang disampaikan secara bergantian oleh para narasumber para peserta juga mengikuti praktik disejumlah titik tujuan wisata dengan materi bagaimana memberikan pengetahuan tentang lokasi titik wisata yang bagus untuk dikunjungi dan juga melatih para anggota Ipanjar agar mampu menjadi guide lokal.

Sementara itu Dwi Wahyuni Nurwihastuti, mengatakan, kegiatan ini juga untuk menggali potensi yang dimiliki oleh Desa Jaring Halus karena selain nelayan di Jaring Halus ini kita akan mengembangkan wisata, mulai tapak kuda lama, kita bisa melakukan pengamatan burung migran, kemudian masuk jaring halus kecil untuk menjelaskan jenis-jenis mangrove, fungsi, ciri khas dan manfaat mangrove itu sendiri. Selanjutnya melihat lumba-lumba. Makan di cafe dan sosialisasi kuliner yang menarik dan khas seperti seafood dan lain-lain.

"Hal yang penting juga yakni untuk antisipasi kecelakaan perahu, disini kita melatih teknik penyelamatan para calon guide untuk bisa juga melakukan pertolongan kepada korban. Kemudian untuk memiliki ciri khas setempat perahu akan dihias sedemikian rupa tanpa mengabaikan kearifan lokal desa ini sehingga menarik perhatian calon wisatawan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (5/6).

Dalam Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini LPPM bekerjasama dengan Ikatan Pemuda Nelayan Jaring Halus (Ipanjar) yang diberdayakan untuk menjadi guide lokal wisata mangrove Desa Jaring Halus.

Ketua Ipanjar Rustam Effendi menyambut baik kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan dalam pengembangan ekowisata mangrove, karena apabila terwujud ekowisata ini maka otomatis dapat mendongkrak perekonomian masyarakat nelayan di desa tersebut. "Selain perbaikan ekonomi masyarakat, tentunya hutan mangrove juga tetap terjaga, sehingga pendapatan nelayan dari sektor perikanan juga bertambah. Saya juga berharap anggota Ipanjar dapat meningkatkan pengetahuan tentang tata cara menarik wisatawan untuk mengunjungi daerah wisata Jaring Halus," ujar Rustam.

Acara tersebut diisi oleh sejumlah narasumber dari akademisi Unimed seperti Mufti Sudibyo, Dwi Wahyuni Nurwihastuti, Khairiza Lubis, Onggal Sihite, dan Puji Prastowo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire