Dokter hewan di pelosok Getasan bantu peternak sapi obati PMK 

Elshinta
Minggu, 05 Juni 2022 - 12:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Dokter hewan di pelosok Getasan bantu peternak sapi obati PMK 
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Mukhlas Alamsyah seorang dokter hewan gigih melakukan pendampingan dan pengobatan secara medis maupun herbal terhadap ternak sapi yang banyak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kecamatan  Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya PMK harus cepat penanganan karena mudah menyebar. 

Pendampingan dan pengobatan PMK di wilayah Kecamatan Getasan karena wilayah Kecamatan Getasan merupakan sentra peternak susu terbesar di Kabupaten Semarang dan banyak sapi perah yang saat ini terpapar PMK. Ditambahkan Mukhlas, sapi perah yang terpapar PMK tidak bisa mengeluarkan susu sehingga peternak susu merugi.

"Saya datangi peternak sapi perah dari satu dusun ke dusun lain. Terkadang saya dipanggil untuk segera memberi penanganan sapi perah yang terpapar PMK," ujarnya di kediamanya di  Desa Polopogo, Kecamatan Getasan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Minggu (5/6). 

Tidak hanya medis namun dia juga mengembangkan ramuan herbal dalam pengobatan PMK. Sedangkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat ramuan herbal  tersebut adalah gula tetes untuk mengembalikan energi hewan, daun salam untuk mengatasi radang di kaki dan mulut, daun rambutan untuk menurunkan panas, serta daun andong dan kunyit.

“Bahan dicampur dengan air tanah diberi juga bakteri laktobacilus, kemudian dicampur ragi dan didiamkan selama tiga sampai empat hari," imbuhnya.

Mukhlas menambahkan, sejak PMK merebak, dirinya telah menangani sekitar 130-an sapi milik 30 peternak yang ada di 12 dusun. Selain perawatan medis, Mukhlas  juga memberikan ramuan herbal serta pendampingan untuk membangkitkan mental peternak. 

"Tarifnya tidak mematok Rp50 ribu saya terima. Tidak mampu bayar tidak apa-apa bahkan peternak yang  hutang belum mampu bayar untuk penanganan PMK ini banyak ya tidak apa-apa, peternak lagi kesusahan sapi ternaknya lagi kena PMK," tandasnya. 

Dia menegaskan, jika ramuan herbal yang diraciknya bukan untuk mencegah PMK. Tapi mengembalikan metabolisme tubuh hewan agar kembali normal sehingga imunitas menguat dan hewan kembali sehat.

"Rata-rata sapi ternak atau sapi perah tidak mau  makan karena mulutnya sakit untuk itu kita paksa untuk makan ditambah herbal. Cara maksanya mulut kita buka atau istilah Jawa kita cangar  lalu makanan kita masukkan nanti sapi akan kunyah sendiri. PMK tidak mematikan hanya sapi akan lemah karena tidak mau makan," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dokter sebut terpapar polusi udara turunkan produksi kolagen
Kamis, 18 Agustus 2022 - 22:45 WIB

Dokter sebut terpapar polusi udara turunkan produksi kolagen

Dokter spesialis gizi dr. Yohan Samudra, Sp.GK menyebut terpapar polusi udara menjadi salah satu fak...
Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes
Minggu, 14 Agustus 2022 - 20:01 WIB

Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes

Tujuh studi yang dilakukan para peneliti di University of Limerick di Irlandia menunjukkan bahwa ber...
Nikotin bermanfaat jika dikonsumsi tepat dengan cara rendah risiko
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 17:03 WIB

Nikotin bermanfaat jika dikonsumsi tepat dengan cara rendah risiko

Ahli Toksikologi dan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Shoim Hidaya...
Dokter: ASI sedikit di hari pertama melahirkan tak perlu dikhawatirkan
Jumat, 12 Agustus 2022 - 19:47 WIB

Dokter: ASI sedikit di hari pertama melahirkan tak perlu dikhawatirkan

Konsultan laktasi dan instruktur pijit bayi RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan, dr. Hikmah Kurn...
Dokter Boyke beri tips jaga keperkasaan bagi pria
Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:14 WIB

Dokter Boyke beri tips jaga keperkasaan bagi pria

Dokter spesialis kandungan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS memberi tips agar para pria dapat menja...
Nihil pasien Covid-19, RSUD-CM alihkan fungsi Gedung RICU
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:23 WIB

Nihil pasien Covid-19, RSUD-CM alihkan fungsi Gedung RICU

Akibat nihilnya pasien Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUD-CM) Aceh Utara mengubah fun...
Nakes RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten lakukan vaksin booster kedua
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:12 WIB

Nakes RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten lakukan vaksin booster kedua

Pelaksanaan booster ke dua tenaga kesehatan (Nakes) RSUP dr Soeradji Tirtonegoro digelar di gedung p...
Sepanjang Tahun 2022, RSUD Cut Meutia Aceh Utara tangani 34 kasus DB
Rabu, 10 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Sepanjang Tahun 2022, RSUD Cut Meutia Aceh Utara tangani 34 kasus DB

Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUD CM) Kabupaten Aceh Utara menangani 34 kasus warga terserang...
Satgas Yonif 126/KC edukasikan cara cuci tangan untuk anak Papua
Senin, 08 Agustus 2022 - 18:57 WIB

Satgas Yonif 126/KC edukasikan cara cuci tangan untuk anak Papua

Menanamkan pola hidup sehat sejak dini, Satgas Yonif 126/KC Pos Waris mengedukasi cara mencuci tanga...
KPA sebut kasus HIV/Aids di Klaten seperti fenomenan gunung es 
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:27 WIB

KPA sebut kasus HIV/Aids di Klaten seperti fenomenan gunung es 

Temuan orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sangat mengkhawatirkan. Kasus k...

InfodariAnda (IdA)